7 Contoh Teks Eksposisi Berita Singkat dan Pengertiannya

0
6423

Teks eksposisi berita adalah pengembangan teks eksposisi yang menyajikan suatu informasi dari suatu kejadian atau memaparkan tentang hasil dari sebuah penelitian. Informasi yang disajikan tersebut disertai dengan berbagai macam fakta, contoh, tabel, grafik atau bentuk data lainnya. Berikut ini akan dibahas mengenai contoh teks eksposisi berita. Namun sebelum membahas contoh teks eksposisi berita, akan dijelaskan secara singkat mengenai apa itu teks eksposisi.

Contoh Teks Eksposisi Berita
Contoh Teks Eksposisi Berita | Pxhere

Pengertian Teks Eksposisi

Teks eksposisi merupakan suatu karangan atau paragraf yang isinya mengandung sebuah informasi yang ingin disampaikan kepada pembaca. Penyusunan paragraf eksposisi ini berdasarkan pengamatan atau penelitian yang jelas sehingga memiliki sifat ilmiah atau non fiksi dan tidak diragukan lagi kebenarannya karena didukung oleh data-data yang valid. Biasanya, paragraf eksposisi ini mengandung contoh kalimat berita dan kalimat deklaratif di dalamnya.

Penggunaan teks eksposisi ini lazim digunakan dalam menuliskan sebuah informasi. Penggunaan jenis teks eksposisi ini dianggap dapat menyampaikan informasi dan argumentasi sehingga mampu melakukan peran persuasi kepada pembaca dengan baik. Dalam penulisannya perlu mengikuti kaidah penulisan yang berlaku.

Ciri-ciri teks eksposisi adalah sebagai berikut.

  1. Teks eksposisi menyajikan atau memberikan suatu informasi kepada pembacanya.
  2. Informasi tersebut disampaikan secara lugas dan menggunakan bahasa yang baku.
  3. Isi dari teks eksposisi tidak menyudutkan atau memihak suatu kelompok (netral).

Perbedaan teks eksposisi dengan teks argumentasi dapat dilihat dari aspek meyakinkan pembaca. Pada teks argumentasi isinya berusaha untuk meyakinkan pembaca tentang apa yang disampaikan. Sedangkan pada teks eksposisi hanya menyampaikan informasi saja dimana keputusan akhir diserahkan kepada pembaca apakah mereka mempercayai atau tidak mengenai informasi yang telah disampaikan tersebut.

Adapun jenis-jenis teks eksposisi sendiri sebenarnya bermacam-macam. Salah satunya yaitu teks eksposisi berita.

Contoh teks eksposisi berita

Beberapa contoh teks eksposisi berita adalah sebagai berikut.

Rawan Banjir di Jakarta
Ilustrasi | Pxhere

Contoh 1. Rawan Banjir di Jakarta

Musim hujan puncaknya akan terjadi di bulan Februari 2016. Namun ternyata saat ini beberapa wilayah di Jakarta mulai tergenang banjir ketika hujan deras melanda. Karena hal ini, warga harus selalu bersiap menghadapi kemungkinan genangan dan banjir yang akan terjadi, khususnya warga yang tinggal di bantaran sungai. Menurut data dari Kepala Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI, ada 134 RW yang harus diwaspadai akan terkena banjir. Wilayah tersebut tersebar di 34 Kelurahan di Jakarta dengan paling banyak tersebar di Jakarta Timur dan Selatan, seperti Kelurahan Cipinang Melayu, Kelurahan Kampung melayu, Kelurahan Bidara Cina, Kelurahan Cawang, Kelurahan Pondok Labu, Kelurahan Rajawati, Kelurahan Srengseng Sawah, dan Kelurahan Bukit Duri. Telah tercatat wilayah ini terendam air setinggi 10 – 50 cm ketika hujan deras pada Minggu 14 Februari 2016.

Kemudian, kondisi ini direspon oleh jajaran Musyawarah Pimpinan Kota (Muspikot) Jakarta Timur. Sebagai langkah antisipasi datangnya puncak musim hujan tahun ini, dilaksanakan apel siaga banjir Jakarta di halaman parkir PGJ Jatinegara. Muspikot juga mengerahkan paling sedikit 347 personel untuk menghadapi banjir yang berasal dari jajaran Polresta jakarta Timur, Kodim 0505, Satpol PP Jakarta Timur dan BPDB DKI Jakarta yang juga hadir dalam acara apel tersebut. Sejumlah perlengkapan siaga banjir juga ditampilkan dalam apel tersebut. Terdapat 2 perahu karet, 2 kano, 2 kayak dan beberapa perahu rakitan yang terbuat dari jerigen dan peralatan pendukung lainnya.

Korupsi di Indonesia
Ilustrasi | Pxhere

Contoh 2. Korupsi di Indonesia

Dalam kurun waktu Januari 2016 hingga Juni 2016, Indonesia Corruption Watch (ICW) melakukan pemetaan kasus korupsi di Indonesia. Tercatat sebanyak 210 kasus korupsi telah ditangani dan 500 orang ditetapkan sebagai tersangka oleh 3 institusi penegak hukum sepanjang waktu tersebut. Pemetaan yang dilakukan dalam enam bulan pertama tahun 2016 meliputi jumlah kasus, total kerugian negara, modus yang dilakukan, sektor korupsi hingga pelaku jabatan. Karena banyaknya kasus korupsi yang terjadi tersebut, kerugian negara mencapai 890,5 miliar rupiah dan suap 28 miliar rupiah, SGD 1,6 juta dan USC 72 ribu. KPK telah menangani 18 perkara, kepolisian 59 perkara, dan kejaksaan 133 perkara. Kejaksaan menjadi instansi paling banyak dalam menangani kasus tersebut dengan jumlah kerugian negara yaitu 473 miliar rupiah dan suap 14 juta rupiah. Sumber data yang diperoleh ICW ini berasal dari website resmi institusi penegak hukum serta media online maupun cetak.

Misteri Awan di Langit Banten
Ilustrasi | Pxhere

Contoh 3. Misteri Awan di Langit Banten

Masyarakat kota Serang, Cilegon, bahkan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, dikagetkan dengan adanya awan yang mirip dengan letusan asap Gunung Anak Krakatau. Awan tersebut dilihat oleh sejumlah masyarakat antara pukul 17.50 WIB hingga pukul 18.15 WIB. Mereka menganggap bahwa awan berwarna abu-abu gelap itu merupakan kepulan asap letusan Anak Krakatau.

Salah satu warga kota Serang, bernama Sigit yang bekerja di Kota Cilegon mengatakan melalui pesan singkatnya pada Jumat 4 Januari 2018 bahwa awan tersebut terlihat jelas dari Merak (Kota Cilegon).

Salah satu relawan FesbukBantenNews, Wiwid, juga mengaku melihat awan itu dari daerah Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Berdasarkan laporan yang dibuat Windi Cahya Untung, dari situs https://magma.vsi.esdm.go.id/ tercatat asap kawah bertekanan sedang hingga kuat teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tebal dan tinggi 300-2000 meter di atas puncak kawah.

Hasil pemantauan yang dilakukan sejak pukul 12.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB mencatat jumlah letusan terjadi sebanyak 37 kali dengan amplitudo 15 – 35 mm dengan durasi 29- 187 detik.

Status Anak Krakatau masih berada di level siaga atau level III dengan jarak aman sejauh 5 km dari puncak gunung yang saat ini memiliki ketinggian 110 MDPL.

Sedangkan menurut data yang dikirimkan oleh Tarjono, Prakirawan dari BMKG Klas I Serang, yang memantau melalui citra satelit Himawari per pukul 19.00 WIB, sebaran abu vulkanik Anak Krakatau memiliki ketinggian mencapai 10 km dari permukaan laut.

Abu vulkanik bergerak ke arah timur laut dan tidak terdeteksi akan terjadi hujan di Banten dan Selat sunda.

Petugas pos pantau, BMKG Klas I Serang dan Raden Intan, Lampung, belum dapat memastikan mengenai asal dari awan itu, mungkinkah berasal dari letusan Gunung Anak Krakatau atau awan biasa.

Longsor di Bandung
Ilustrasi | Pxhere

Contoh 4. Longsor di Bandung

Bencana longsor yang terjadi pada hari selasa, 12 April 2015, pukul 14.00 WIB, di kampung Cibitung, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat menimbulkan kerusakan yang sangat parah. Ratusan rumah dan perkebunan telah tertimbun tanah akibat longsor yang terjadi tersebut. Penyebab terjadinya longsor ini adalah hujan deras yang terjadi selama 4 hari sebelumnya. Akibat hujan deras itu, tanah dan perbukitan ikut tergerus dan terjadilah longsor. Nahasnya, ribuan kubik tanah yang longsor tersebut melesat menghantam pipa panas bumi Star Energi Geothermal sehingga menimbulkan ledakan yang sangat keras. Terdapat 4 korban meninggal dunia, 14 orang hilang yang diduga tertimbun di dalam tanah, serta ratusan orang mengalami luka berat dan ringan. Korban-korban yang terluka tersebut dirawat di rumah sakit setempat. Sampai saat ini, tim evakuasi sedang mencari korban yang hilang dengan cara menggali daerah-daerah yang diyakini masih terdapat korban. Terjadinya bencana ini sebenarnya telah diperkirakan sebelumnya. Pemerintah pun sudah memiliki rencana untuk merelokasi warga. Namun, rencana batal karena tidak ada tempat untuk menampung warga sekitar hingga akhirnya terjadilah bencana yang mengerikan ini.

Tsunami Senyap di Selat Sunda
Ilustrasi | Pxhere

Contoh 5. Tsunami Senyap di Selat Sunda

Ketika itu semua terasa biasa-biasa saja, tidak ada getaran maupun guncangan yang dirasakan warga. Hingga akhirnya tsunami senyap itu pun terjadi di Selat Sunda dan menelan 437 jiwa. Sesungguhnya telah terjadi getaran atau tremor magnitudo 3,4 di bawah laut atau gempa vulkanik pada Sabtu 22 Desember 2018. Namun, tidak ada satu pun yang tahu dan menyadari. Tremor inilah yang selanjutnya memicu longsor bawah laut sehingga pada pukul 21.27 tsunami menerjang pantai terdekat di sekitar Gunung Anak Krakatau, yaitu Banten dan Lampung.

Dari rekaman erupsi Gunung Krakatau yang diambil pada 23 Desember pukul 16.00 WIB nampak betapa luapan letusan turut menjadi pemicu terjadinya tsunami di Selat Sunda.

Gempa Mengguncang Sumba
Ilustrasi | Pxhere

Contoh 6. Gempa Mengguncang Sumba

Pada hari Minggu, 25 Desember 2016 lalu, gempa berkekuatan 6,6 Skala Richter telah mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur pukul 02.30 WIB. Getaran gempa yang terjadi tersebut terasa hingga Pulau Bali. Gempa dirasakan sedang hingga kuat di Sumbawa Barat, Bima, Lombok, Praya, Kota Mataram hingga Pulau Bali, jelas Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa gempa terjadi pada Jumat, 30 Desember pukul 05.30 WOB dengan hiposenter gempa pada koordinat 9,37 Lintang Selatan, 118,63 derajat Bujur Timur. Sumber gempa berasal dari subduksi pertemuan lempeng Hindia Australia dan Eurasia serta kabarnya tidak berpotensi tsunami.

Masyarakat sempat panik dan berhamburan keluar rumah serta bangunan. Sampai saat ini belum dilaporkan adanya korban jiwa dalam peristiwa itu. BPDB masih terus melakukan pemantauan dan laporan di lapangan serta menghimbau masyarakat untuk selalu waspada apabila terjadi gempa susulan segera meninggalkan rumah dan berkumpul di tempat aman.

Tantangan Polri Hadapi Maraknya Hoaks
Ilustrasi | Pxhere

Contoh 7. Tantangan Polri Hadapi Maraknya Hoaks

Menjelang tahun politik, banyak sekali berita-berita hoaks. Karena itu, Irjen Pol Gatot Pramono, Ketua Satgas Nusantara, mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan sosial media. Menurut Edi dalam diskusi “Refleksi Akhir Tahun : Memperteguh Komitmen Kebangsaan di Tahun Politik”, media konvensional lebih terpercaya dibandingkan dengan media sosial. Edi juga menyebutkan bahwa media sosial hanya dipegang oleh pemilik akun yang terkadang hanya memiliki tujuan tertentu termasuk menyebar hoaks. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi polri untuk mencegah beredarnya hoaks yang masih banyak di media sosial.

Di sisi lain, Bursah Zanubi, Ketua Umum Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK), menyesalkan kalau belakangan tahun politik ini menjadi tempat pemecah belah masyarakat. Bursah mengatakan sebagian besar energi masyarakat Indonesia selama tahun 2018 terserap ke dalam atmosfer kampanye. Faktanya, kita hanya menyaksikan narasi kampanye dipenuhi dengan ujaran kebencian, hoaks, fitnah, kampanye hitam, dan perdebatan minim data sepanjang tahun politik ini.

Bursah mengakui kalau fokus masyarakat kini dalam pilkada serentak dan persiapan pilpres 2019, jargon dan kampanye politik lebih menonjolkan politik identitas dan SARA. Dia berharap kepada seluruh masyarakat supaya bisa menjalankan pemilu 2019 tanpa adanya unsur memecah belah bangsa.

Demikianlah beberapa contoh teks eksposisi berita yang dapat disajikan dalam artikel ini.