6 Cara Menulis Footnote dari Internet dan Jurnal yang Benar

0
8859
Cara Menulis Footnote dari Internet dan Jurnal | Pixabay

Dalam menulis karya ilmiah yang baik, kita perlu menuliskan referensi dari sumber yang telah kita gunakan. Sumber tersebut bisa berasal dari internet, jurnal atau yang lainnya. Akan tetapi, apabila referensi tersebut dituliskan di badan tulisan, maka akan sangat tidak efektif dan efisien karena terlalu panjang . Untuk itu, perlu dituliskan dengan menggunakan footnote supaya terlihat lebih rapi dan mudah dibaca. Oleh karena itu kita akan membahas cara menulis footnote dari internet dan jurnal yang baik dan benar.

Cara Menulis Footnote dari Internet dan Jurnal | Pixabay

Footnote merupakan istilah yang digunakan untuk menuliskan keterangan tambahan yang terletak di bawah halaman dan dipisahkan dari teks karya ilmiah oleh sebuah garis sepanjang dua puluh karakter. Terdapat aturan tertentu untuk menulis sebuah catatan kaki supaya tulisan lebih terorganisir dengan baik dan terlihat rapi. Sebelum membahas cara menulis footnote dari internet dan jurnal, kita akan membahas kegunaan, unsur-unsur, dan istilah yang digunakan dalam footnote terlebih dahulu.

Fungsi Footnote

Adanya footnote pada suatu karya ilmiah memiliki fungsi sebagai berikut.

  1. Footnote memiliki kegunaan untuk menjelaskan referensi yang digunakan di dalam teks.

  2. Menjelaskan komentar atau tanggapan dari penulis tentang pernyataan dalam teks yang dipandang penting yang tidak dapat dinyatakan bersama di dalam teks. Apabila footnote ditulis bersama di dalam teks, akan dapat mengganggu alur tulisan.

  3. Menunjukkan sumber lain yang menjelaskan hal yang sama. Jenis catatan kaki yang seperti ini biasanya menggunakan kata-kata Lihat, Bandingkan, Uraikan, dan sebagainya. Ungkapan tersebut harus digunakan secara konsisten dan benar.

Penting untuk diperhatikan bahwa catatan kaki tidak boleh melebihi sepertiga halaman. Apabila dalam satu halaman tersebut tidak memungkin untuk menulis semua footnote maka dapat ditulis di halaman berikutnya.

Unsur-unsur Footnote

Terdapat beberapa unsur yang harus diperhatikan dalam membuat footnote, yaitu sebagai berikut.

  1. Nama penulis atau pengarang tanpa gelar. Nama-nama pengarang yang menulis perlu ditulis secara lengkap tanpa diiringi dengan gelar.

  2. Judul tulisan dari sumber yang digunakan dituliskan sesuai dengan kaidah Ejaan yang Disempurnakan (EYD).

  3. Tahun terbit dari kutipan yang ditulis atau tahun publikasi apabila tulisan berbentuk jurnal.

  4. Nomor halaman kutipan yang penulisannya disingkat menjadi “hal” dan dilanjutkan nomor halamannya.

Istilah yang terdapat pada footnote

Terdapat beberapa istilah yang sering digunakan dalam penulisan footnote, yaitu istilah ibid, op.cit., dan loc. cit. Istilah ibid merupakan singkatan dari ibidem yang berarti di tempat yang sama. Istilah ini digunakan untuk menunjukkan sumber yang sama, yaitu apabila suatu pustaka atau sumber yang baru saja dikutip hendak dikutip kembali. Apabila halaman yang dikutip sama, maka tidak perlu menuliskannya lagi. Apabila kata ibid. terletak diawal footnote huruf awal ditulis menggunakan huruf kapital, yaitu Ibid. Sedangkan ketika terletak di tengah kalimat, misalnya sesudah kata-kata “Disadur dari” maka huruf pertama ditulis dengan huruf kecil, yaitu ibid. Contohnya :

1Slavin, Psikologi Pendidikan Edisi 2, Jakarta: Balai Pustaka, 2009, hal. 98.

2Ibid, hal 46.

Sementara itu, istilah op. cit. merupakan singkatan dari opera citato yang berarti telah dikutip. Istilah ini digunakan apabila pustaka atau sumber, yang telah dikutip dalam footnote dan telah diselingi dengan satu atau beberapa sumber lain, hendak dikutip kembali pada halaman yang berbeda. Istilah ini ditulis setelah menyebut nama pengarang. Apabila halaman yang dikutip sama, maka digunakan istilah loc. cit. yang merupakan singkatan dari loco citato. Loco citato artinya dikutip dari tempat yang sama. Contohnya:

1Slavin, Psikologi Pendidikan: Teori dan Praktik Edisi 2, Jakarta: Balai Pustaka, 2009, hal. 98.

2Ibid, hal 46. (Maksudnya dikutip dari sumber yang sama dengan atasnya, tetapi terdapat pada halaman yang berbeda)

3Dalyono, Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2005, hal 45

4Slavin, loc. cit. (Maksudnya dikutip dari sumber yang telah disebutkan di atas dan kutipan terletak pada halaman yang sama, yaitu 98)

5Slavin, op. cit., hal 66 (Maksudnya dikutip dari sumber yang telah disebutkan sebelumnya dan kutipan terletak pada halaman yang berbeda)

Cara menulis footnote dari berbagai  sumber

Sumber tulisan yang dapat kita jadikan sebagai bahan rujukan untuk menulis suatu karya ilmiah bisa berasal dari jurnal, buku, internet, koran, dan lain sebagainya. Adapun cara menulis footnote dari sumber yang berbeda juga memiliki teknik penulisan yang berbeda. Berikut penjelasan cara menulis footnote dari berbagai sumber referensi.

  1. Cara menulis footnote dari internet

Format penulisan footnote yang bersumber dari internet, yaitu nomor kutipan Nama Penulis, “Judul Artikel ditulis miring” (URL web, tanggal akses, tahun). Contoh

1Suryo Pratomo, “Teknik Penulisan Footnote” (https://enjiner.com/contoh-cv/, Diakses pada 23 Desember 2017, 2017).

  1. Cara menulis footnote dari jurnal atau majalah

Format penulisan footnote yang bersumber dari jurnal atau majalah, yaitu nomor kutipan nama penulis, “Judul jurnal/majalah dicetak miring”, nama jurnal atau majalah volume nomor jurnal, tahun terbit, nomor halaman. Contohnya sebagai berikut.

1Teti Estiasih, “Karakteristik FFA Pada DALM Minyak Sawit“, Jurnal Agroindustri Vol. 3 No. 5, 2016, Hal 4.

  1. Cara menulis footnote dari buku

Footnote yang bersumber dari buku harus memenuhi format penulisan sebagai berikut.

    1. Buku dengan satu pengarang

Nomor kutipan Nama Pengarang, Judul buku ditulis miring (Kota: Penerbit, Tahun penerbitan), hal. Nomor

Contoh:

1Abdul Hadis, Psikologi dalam Pendidikan (Bandung: Alfabeta, 2008), hal. 107.

    1. Buku dengan dua pengarang atau lebih

Nomor kutipan Nama pengarang 1 dan Nama pengarang 2, judul buku ditulis miring (Kota: Penerbit, Tahun penerbitan), hal. Nomor

Contoh:

1Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono, Psikologi Belajar (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2004), hal 88

2Aziz dan Rini dan Utami, Jangan Biarkan Anak Kita Kesulitan Belajar (Jakarta: Tiga Serangkai, 2005), hal. 25.

    1. Buku dengan lebih dari tiga pengarang

Nomor kutipan Nama pengarang dkk, judul buku ditulis miring (Kota: Penerbit, tahun terbit), hal. Nomor

Contoh:

1Sri Utami dkk, Belajar dan Pembelajaran (Jakarta: Rineka Cipta, 2005), hal. 24.

  1. Cara menulis footnote dari makalah

Format penulisan footnote yang bersumber dari makalah adalah sebagai berikut.

Nomor kutipan Nama penulis, “Judul Makalah yang dicetak miring” (Penerbit, Kota, Tahun), Halaman.

Contoh:

1Ahmad Adnan, “Peran Serta Orang Tuan Dalam Mendidik Moral Anak Studi Kasus Babakan Yogyakarta” (Makalah yang dipresentasikan pada Seminar Lokakarya Pendidikan FKIP se-Indonesia, Jember, 2014), Hal. 15

  1. Cara menulis footnote dari skripsi/tesis/disertasi

Format penulisan footnote apabila kutipan bersumber dari skripsi/tesis/disertasi adalah sebagai berikut.

Nomor kutipan Nama Penulis, Jenis karya tulis:”judul karya tulis yang dicetak miring” (Kota Terbit: Penerbit, tahun), Halaman.

Contoh:

1Deviana Hadriati, Skripsi: Karakteristik Fisik, Kimia, dan Mikrobiologi Tepung Kimpul Termodifikasi dan Aplikasinya Pada Pembuatan Mie Instan” (Malang: UB, 2016), Hal. 65.

  1. Cara menulis footnote dari koran

Format penulisan footnote yang bersumber dari koran adalah sebagai berikut.

Nomor kutipan Nama Penulis koran, “Judul tulisan dikoran ditulis miring” (Nama koran, tanggal terbit, tahun), Halaman

Contoh :

1Bambang, “Peran Keluarga Dalam Pendidikan Anak” (Kompas, 30 April, 2016), Hal. 12.

Berdasarkan uraian tersebut, dapat diketahui bahwa footnote merupakan sebuah catatan kaki yang berfungsi untuk menunjukkan pustaka yang digunakan sebagai sumber tulisan ilmiah. Sumber tulisan ilmiah sendiri bisa berasal dari internet, jurnal atau sumber lainnya. Adapun cara menulis footnote dari internet atau jurnal dan sumber lainnya memiliki format penulisan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, format penulisan footnote tersebut perlu diperhatikan untuk menghindari kesalahan dalam penulisannya.

Artikel Terkait

[display-posts category=”bahasa” posts_per_page=”5″]