Bahasa

Kita tidak dapat terlepas dari penggunaan bahasa dalam kehidupan bermasyarakat. Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup berkembang tanpa adanya suatu kelompok masyarakat. Manusia menggunakan bahasa sebagai alat untuk melakukan komunikasi dalam kehidupan bermasyarakat tersebut. Secara sederhana, bahasa dapat diartikan sebagai alat komunikasi atau sarana komunikasi.

Pengertian Bahasa

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, bahasa dapat diartikan sebagai suatu sistem lambang bunyi yang digunakan oleh suatu anggota masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri. Selain itu, bahasa juga berarti percakapan atau perkataan yang baik, tingkah laku yang baik, dan sopan santun. Menurut bahasa sansekerta, bahasa berasal dari kata bhāșā, yaitu kemampuan yang dimiliki oleh manusia untuk berkomunikasi dengan sesama manusia mengunakan tanda. Tanda yang dimaksud disini adalah kata atau gerakan. Selain itu juga dapat diartikan sebagai alat untuk berinteraksi dan berkomunikasi dalam arti untuk menyampaikan pikiran, gagasan, konsep, dan perasaan.

Hakikat Bahasa dan Pengertiannya Lengkap
pixabay

Sarana komunikasi berupa isyarat juga dapat dikatakan sebagai bahasa. Sarana komunikasi ini dapat disandikan ke dalam media kedua menggunakan stimulus audio, visual, atau taktil. Misalnya seperti tulisan grafis, braille, atau siulan. Hal tersebut karena sifat dari sarana komunikasi ini yang tidak tergantung kepada suatu keharusan, misalnya tidak harus berupa bunyi, lebih kepada yang penting dapat dijadikan sebagai alat komunikasi.

Hakikat Bahasa

Sarana komunikasi ini pada hakikatnya adalah sebuah sistem yang berbentuk lambang bunyi bermakna arbiter dan bersifat unik serta konvensional. Selain itu, sarana ini juga bersifat dinamis menyesuaikan perkembangan zaman dan universal sehingga siapapun dapat mengetahui dan menggunakannya. Sifat hakiki dari sarana komunikasi ini yaitu berupa sebuah sistem, berwujud lambang, berupa bunyi, bersifat arbiter, bermakna, bersifat konvensional, unik, universal, produktif, variatif, dinamis, dan manusiawi. Sifat hakiki tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.

  1. Sistem

Sistem dapat diartikan sebagai suatu susunan yang teratur berpola yang membentuk suatu keseluruhan yang bermakna atau berfungsi. Sarana komunikasi terdiri dari unsur-unsur yang tersusun secara teratur menurut suatu pola tertentu dan membentuk satu kesatuan. Sebagai sebuah sistem, sarana komunikasi ini bersifat sistematis dan sistemis. Sistematis maksudnya tidak tersusun secara acak melainkan menurut suatu pola. Sistemis maksudnya bukan merupakan sistem tunggal tetapi terdiri dari sub-subsistem yang dikenal dengan nama tatanan linguistik. Tiap unsur dari sub-subsistem tersebut juga tersusun menurut aturan tertentu yang keseluruhan membentuk satu sistem. Apabila tidak tersusun menurut aturan yang berlaku, maka subsistem tersebut tidak dapat berfungsi.

  1. Lambang

Sarana komunikasi berwujud lambang misalnya tanda, simbol, sinyal, gejala, gerak isyarat, kode, indeks, dan ikon. Lambang bersifat arbiter, yaitu tidak ada hubungan yang bersifat wajib dengan yang dilambangkannya.

  1. Bunyi

Bunyi dalam sarana komunikasi merupakan suara yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Bunyi dapat didengar karena adanya getaran pada gendang telinga akibat berubahan tekanan udara.

  1. Arbiter

Kata arbiter dapat diartikan sewenang-wenang atau mana suka. Sarana komunikasi yang bersifat arbiter maksudnya tidak adanya hubungan wajib antara lambang yang berwujud bunyi dengan konsep atau pengertian yang dimaksud. Misalnya lambang bunyi “air” dengan benda yang dilambangkannya yaitu barang cair yang biasanya dipakai untuk minum, masak, serta mandi, dan memiliki rumus kimia H2O. Tidak dapat dijelaskan hubungan antara lambang bunyi “air” tersebut dengan yang dilambangkannya. Misalnya lagi lambang bunyi “kuda” dengan benda yang dilambangkannya yaitu hewan berkaki empat yang biasa dikendarai. Di daerah Banyuwangi menyebutnya dengan sebutan “jaran”, di Inggris disebutnya dengan “horse”. Antara lambang bunyi dan yang dilambangkannya tidak dapat dijelaskan hubungannya. Hal tersebutlah yang dimaksud dengan sifat arbiternya. Adanya sifat arbiter ini menyebabkan adanya variasi kata-kata. Apabila ada hubungan wajib antara lambang bunyi dengan yang dilambangkannya, tentunya tidak ada variasi kata-kata di dunia ini.

  1. Bermakna

Sarana komunikasi dapat berwujud lambang yang dapat disampaikan dalam bentuk bunyi. Hal tersebut menunjukkan bahwa sarana komunikasi itu memiliki makna sehingga dapat dipahami dengan baik. Oleh karena itu, ucapan yang tidak memiliki makna tidak dapat disebut sebagai sarana komunikasi.

  1. Konvensional

Penggunaan lambang untuk suatu konsep tertentu bersifat konvensional berdasarkan kesepakatan masyarakat penuturnya. Misalnya kesepakatan menyebutkan kata “kuda” yang melambangkan hewan berkaki empat dan biasa dikendarai dalam bahasa Indonesia.

  1. Unik

Sarana komunikasi yang bersifat unik maksudnya adalah memiliki ciri khas sendiri yang tidak dimiliki oleh bahasa yang lain. Ciri khas ini dapat berupa sistem bunyi, sistem pembentukan kata, sistem pembentukan kalimat, dan lain-lain.

  1. Universal

Maksud dari sarana komunikasi itu bersifat universal yaitu adanya ciri-ciri yang sama antara sarana komunikasi yang ada di dunia ini. Misalnya ciri universal sarana komunikasi yang umum adalah memiliki vokal dan konsonan.

  1. Produktif

Maksudnya adalah meskipun unsur-unsur penyusun sarana komunikasi itu terbatas, akan tetapi dapat disusun menjadi satuan-satuan yang tidak terbatas sesuai dengan sistem yang berlaku dalam bahasa itu.

  1. Variatif

Adanya anggota masyarakat dari berbagi status sosial dan latar belakang budaya yang berbeda membuat variasi dalam pengucapan-pengucapan sarana komunikasi.

  1. Dinamis

Penggunaan sarana komunikasi tidak terlepas dari kegiatan dan gerak manusia sepanjang keberadaaan manusia itu sebagai makhluk sosial dan berbudaya. Sementara itu dalam melakukan kegiatannya di kehidupan bermasyarakat, manusia itu selalu berubah, maka sarana komunikasi tersebut ikut berubah menjadi dinamis.

  1. Manusiawi

Maksudnya adalah sarana komunikasi itu milik manusia dan digunakan oleh manusia. Sarana komunikasi manusia dan binatang tentulah berbeda. Binatang memiliki sarana komunikasi yang bersifat statis sedangkan manusia memiliki sarana komunikasi yang dinamis dan produktif.

Berdasarkan uraian tersebut, dapat diketahui bahwa bahasa merupakan sarana komunikasi berupa suatu sistem yang berwujud lambang, bunyi, bersifat arbiter, unik, variatif, konvensional, dinamis, dan produktif, serta memiliki makna. Adapun fungsi dari sarana komunikasi tersebut adalah untuk menyampaikan pikiran, gagasan, konsep, dan perasaan.

Artikel Terkait Dengan Bahasa

Berikut beberapa artikel yang terkait dengan kategori bahasa

[display-posts category=”bahasa” posts_per_page=”50″]