Struktur dan Contoh Teks Hasil Observasi Alam, Hewan, dan Tumbuhan

0
798
Struktur dan Contoh Teks Hasil Observasi Alam, Hewan, dan Tumbuhan
Struktur dan Contoh Teks Hasil Observasi Alam, Hewan, dan Tumbuhan | Pxhere

Teks hasil observasi merupakan teks yang berisi tentang pembahasan atau penjabaran mengenai suatu hal yang merupakan hasil observasi atau pengamatan yang sudah dilakukan. Di dalam teks observasi berisi gambaran ciri, bentuk, atau sifat umum benda, hewan, manusia, tumbuhan, atau peristiwa yang terjadi di alam semesta. Isi dari teks hasil observasi bersifat faktual atau berdasarkan fakta yang ada. Kali ini kita akan membahas mengenai struktur dan contoh teks hasil observasi alam, hewan, dan tumbuhan. Sebelum membahas lebih lanjut mengenai hal tersebut, kita akan membahas tentang tujuan, fungsi, dan ciri-ciri dari teks hasil observasi itu sendiri.

Struktur dan Contoh Teks Hasil Observasi Alam, Hewan, dan Tumbuhan
Struktur dan Contoh Teks Hasil Observasi Alam, Hewan, dan Tumbuhan | Pxhere

Tujuan dan Fungsi Teks Hasil Observasi

Adapun tujuan dari dibuatnya teks hasil observasi yaitu sebagai berikut.

  1. Teks hasil observasi memiliki tujuan untuk mengatasi suatu persoalan.
  2. Teks hasil observasi memiliki tujuan untuk menemukan cara atau teknik baru dalam menyelesaikan suatu persoalan.
  3. Untuk mengambil keputusan yang lebih efektif.
  4. Untuk melakukan pengawasan dan/atau perbaikan
  5. Untuk mengetahui adanya perkembangan suatu permasalahan.

Fungsi Teks Hasil Observasi

Sedangkan fungsi dibuatnya teks hasil observasi, yaitu sebagai berikut.

  1. Teks hasil observasi berfungsi untuk melaporkan suatu tanggung jawab sebuah tugas dan kegiatan observasi atau pengamatan.
  2. Teks hasil observasi berfungsi untuk menjelaskan dasar penyusunan kebijakan, keputusan dan/atau pemecahan masalah dalam kegiatan pengamatan.
  3. Sebagai sarana dalam melakukan dokumentasi dari hasil suatu percobaan.
  4. Teks ini dapat dijadikan sebagai sumber informasi yang terpercaya.

Ciri-ciri Teks Hasil Observasi

Teks hasil observasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  1. Bersifat global, universal, dan objektif.
  2. Objek yang akan dibahas adalah objek tunggal.
  3. Teks hasil observasi ditulis dengan lengkap dan sempurna.
  4. Teks ini ditulis berdasarkan fakta sesuai dengan pengamatan yang telah dilakukan.
  5. Informasi yang disajikan oleh teks merupakan hasil penelitian terkini yang telah terbukti kebenarannya.
  6. Isi teks tidak mengandung dugaan/prasangka/pemihakan yang menyimpang atau tidak tepat.
  7. Isi teks saling berkaitan dengan hubungan berjenjang antara kelas dan subkelas yang terdapat di dalamnya.
  8. Teks hasil observasi bersifat informatif, komunikatif, dan objektif.

 Struktur Teks Laporan Hasil Observasi

Terdapat dua versi struktur teks laporan hasil observasi. Pada umumnya, ada dua struktur utama yang membantu dalam penulisan teks laporan hasil observasi sehingga menjadi satu kesatuan, yaitu.

  1. Klasifikasi (pernyataan umum), bagian ini merupakan bagian pembuka atau pengantar mengenai hal yang dilaporkan. Pada bagian ini akan disampaikan bahwa benda-benda di dunia bisa diklasifikasikan berdasarkan kriteria persamaan dan perbedaan.
  2. Anggota atau aspek yang dilaporkan, bagian ini merupakan rincian atau bahasan mengenai objek yang diamati. Paragraf-paragraf pada bagian ini berisi tentang urutan klasifikasi atau penggolongan mulai dari kelas paling besar sampai yang paling kecil. Contohnya penggolongan objek observasi yang diikuti dengan faktor lingkungan, peran, perilaku, fungsi, genetik, fisik atau kepribadian objek tersebut.

Sementara struktur teks laporan hasil observasi versi lainnya yaitu terdiri dari :

  1. Definisi umum, bagian pembukaan yang berisi pengertian tentang sesuatu yang dibahas di dalam teks. Pada bagian ini dijelaskan tentang konsep dan definisi umum terkait dengan objek observasi sehingga pembaca paham apa yang akan dibahas pada teks tersebut. Akan tetapi, penjelasan tersebut tidaklah mendalam seperti pada bagian selanjutnya. Misalnya pada observasi dengan objek minuman kemasan. Pada bagian ini, penulis perlu menjabarkan pengertian dari minuman kemasan tersebut.
  2. Definisi bagian, yaitu bagian yang berisi gagasan pokok dari setiap paragraf serta perinciannya. Penjelasan disajikan lebih detail mengenai objek observasi. Misalnya untuk contoh objek minuman kemasan tersebut, pada bagian ini dijelaskan tentang jenis-jenis minuman kemasan yang beredar di Indonesia, kandungannya, serta pengetahuan mengenai manfaat dan bahayanya.
  3. Deskripsi manfaat, bagian ini menjelaskan manfaat dari objek atau hasil observasi yang dilaporkan. Misalnya untuk minuman instan, manfaat yang diperoleh pembaca berupa pengetahuan terkait minuman kemasan tersebut lalu menentukan apakah minuman itu bermanfaat atau berbahaya.
  4. Penutup yang merupakan bagian akhir dari rincian teks.

Kaidah Kebahasaan Teks Hasil Observasi

Kaidah kebahasaan yang digunakan dalam menulis teks hasil observasi yaitu dijelaskan sebagai berikut.

  1. Menggunakan kata dan frase nomina (kata benda) yang diikuti penjenis dan pendeskripsi. Misalnya pada objek minuman kemasan, yang dimaksud penjenis yaitu kata kemasan. Kata kemasan menunjukkan jenis dari suatu minuman, sementara minuman sendiri merupakan kata benda. Sedangkan pendeskripsi merupakan yang mendeskripsikan atau menjelaskan kata benda. Misalnya pada objek minuman kemasan, pendeskripsi dapat dituliskan dengan rasanya manis. Maksudnya, deskripsi dari minuman kemasan tersebut memiliki rasa manis.
  2. Dalam penulisannya menggunakan verba relasional, seperti ialah, adalah, merupakan, yaitu, termasuk, digolongkan, terdiri atas, meliputi, dan lain-lain.
  3. Dalam penulisannya juga menggunakan verba aktif alam untuk menjelaskan perilaku, seperti membuat, makan, bertelur, hidup, dan sebagainya.
  4. Menggunakan kata hubung yang menyatakan perbedaan (berbeda dengan), persamaan (seperti halnya, sebagaimana), tambahan (dan, serta), pilihan (atau), dan pertentangan (namun, sedangkan, tetapi).
  5. Menggunakan paragraf yang mengandung gagasan utama untuk menyusun informasi utama yang diikuti dengan rincian aspek yang hendak dilaporkan dalam beberapa paragraf.
  6. Menggunakan kata-kata ilmiah atau teknis, seperti degeneratif, mutualisme, herbivora, leukemia, dan lain-lain.

Langkah-langkah Menyusun Teks Hasil Observasi

Adapun langkah-langkah yang dapat dijadikan sebagai pedoman dalam menyusun teks hasil observasi, yaitu sebagai berikut.

  1. Menentukan judul teks sesuai dengan observasi yang telah dilakukan.
  2. Membuat kerangka dengan condong ke pembuatan gagasan utama sesuai dengan hasil observasi atau pengamatan.
  3. Menyusun teks berdasarkan gagasan utama yang dibuat sebelumnya dengan diawali paragraf pernyataan umum dilanjutkan ke bagian isi.
  4. Memeriksa kembali tulisan, apabila terdapat kesalahan dapat segera diperbaiki.
Contoh Teks Hasil Observasi Alam
Contoh Teks Hasil Observasi Alam | pxhere

Contoh Teks Hasil Observasi Alam

Contoh 1. Teks hasil observasi tentang bumi dan bulan

Bulan adalah satu-satunya satelit bumi yang alami. Di dalam tata surya, bulan menjadi satelit terbesar ke lima. Bulan tidak selalu berada di belahan bumi yang sama melainkan berputar mengelilingi bumi. Karena itulah, kita sering melihatnya bulan pada malam hari. Cahaya yang dipancarkan oleh bulan merupakan cahaya yang berasal dari matahari.

Bulan memiliki diameter 3474 km dan berjarak 384.405 km dari bumi. Setiap 27,4 hari bulan mengelilingi bumi dan variasi periodik antara bulan, bumi, dan matahari tersebut bertanggung jawab pada fase bulan yang selalu berulang sebanyak 29,5 hari.

Bulan tidak jatuh ke bumi karena adanya gaya sentrifugal yang timbul dari bulan mengelilingi matahari. Besarnya gaya sentrifugal bulan sedikit lebih besar dari gaya gravitasi antara bulan dan bumi. Hal tersebut menyebabkan bulan bergerak semakin menjauh dari bumi dengan kecepatan 3,8 cm per tahunnya. Di bulan sendiri tidak ada kehidupan sama sekali.

Contoh Teks Hasil Observasi Tanaman
Contoh Teks Hasil Observasi Tanaman | Pxhere

Contoh Teks Hasil Observasi Hewan

Contoh 2. Teks hasil observasi tentang hewan

Beruang Madu

Beruang madu tergolong jenis beruang paling kecil dari delapan jenis beruang yang ada di dunia. Beruang madu adalah fauna khas Bengkulu yang sekaligus digunakan sebagai simbol provinsi tersebut.

Beruang ini memiliki tinggi punggung 70 cm dengan berat 50-65 kg, dan ukuran tubuh sekitar 1,4 m. Beruang ini hidup di pepohonan. Karena itulah, memiliki telapak kaki yang tidak berbulu sehingga ia dapat bergerak dengan kecepatan 48 km/jam serta memiliki tenaga yang kuat.

Beruang madu adalah kelompok binatang mamalia dengan bulu cenderung pendek dan berkilau. Terdapat tanda yang sangat unik berwarna orange di lehernya yang dipercaya menggambarkan matahari terbit.

Beruang madu termasuk salah satu binatang omnivora, yaitu binatang pemakan apa saja di hutan. Mereka memakan tanaman dan buah-buahan di hutan hujan tropis. Mereka juga senang memakan madu, serangga, burung, dan binatang yang berukuran kecil lainnya.

Beruang madu dikategorikan sebagai hewan yang mudah diserang serta terancam punah. Hal tersebut disebabkan oleh adanya perusakan habitat aslinya. Hilangnya habitat aslinya tersebut menjadi ancaman terbesar bagi beruang madu.

Contoh Teks Hasil Observasi Hewan
Contoh Teks Hasil Observasi Hewan | Pxhere

Contoh Teks Hasil Observasi Tanaman

Contoh 3. Teks hasil observasi tanaman

Kimpul yang memiliki nama latin Xanthosoma sagittifolium merupakan salah satu jenis tanaman tropis. Kimpul dapat ditanam pada tanah basah, tetapi pada umumnya kimpul juga dapat tumbuh dengan subur di tanah kering. Kimpul termasuk family Areacea dan merupakan tumbuhan menahun yang mempunyai umbi batang maupun batang palsu yang sebenarnya adalah tangkai daun. Di Indonesia, kimpul telah dibudidayakan di daerah-daerah diantaranya Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Kimpul merupakan tanaman jenis rerumputan yang memiliki bunga dan biji berkeping satu (monokotil). Bunga pada tanaman kimpul memiliki ganggang silinder dan bagian bunganya tertutup. Bunga betina terletak di dasar ganggang dan bunga jantan terletak di bawah ganggang serta bunga steril terletak di bagian tengah. Kimpul akan mudah berbunga ketika berada di daerah yang basah. Kimpul merupakan tanaman tahunan, akan tetapi sudah dapat dipanen ketika sudah berusia 9 – 12 bulan. Siklus pertumbuhan dan perkembangan kimpul dapat dibagi menjadi tiga periode. Pada dua bulan pertama, kimpul dapat tumbuh dengan lambat. Pada periode ini, akar sudah mulai tumbuh dan mulai terbentuk cormel. Periode kedua, tunas mulai tumbuh dengan cepat setelah 6 – 7 bulan pasca penanaman. Pada periode ketiga, daun sudah mulai layu dan total berat kering tanaman di atas tanah mulai menurun.

Kimpul dapat tumbuh dengan baik di daerah dataran tinggi dengan curah hujan 1400-1200 mm. Kimpul dapat tumbuh dengan baik pada daerah yang kurang menguntungkan dan lebih toleransi terhadap daerah kering. Tanaman ini dapat ditanam di daerah yang memiliki pH 5,5 – 6,5 dan suhu 20oC – 35oC dimana apabila suhu terlalu rendah dapat menyebabkan perlambatan pertumbuhan dan suhu yang terlalu tinggi dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan cormel dan umbi.

Kimpul (Xanthosoma sagittifolium) berpotensi sebagai bahan baku pembuatan tepung mengingat kandungan karbohidrat yang cukup tinggi yaitu mencapai 34%. Kandungan yang paling tinggi pada kimpul yaitu kadar air yang mencapai 68% dan kandungan yang paling rendah adalah kadar lemak, yaitu 0,08%. Selain mengandung zat gizi, kimpul juga memiliki kandungan zat anti gizi yaitu kalsium oksalat. Kandungan zat anti gizi inilah yang menyebabkan gatal ketika mengupas kimpul dengan tangan telanjang.

Demikianlah struktur dan contoh teks hasil observasi alam, hewan, dan tumbuhan yang dapat dijadikan sebagai sumber bacaan. Berdasarkan uraian tersebut dapat kita ketahui bagaimana teks hasil observasi itu disusun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here