Contoh Paragraf Deduktif dan Induktif Serta Pengertiannya

0
477
Contoh Paragraf Deduktif dan Induktif
Contoh Paragraf Deduktif dan Induktif | Pxhere

Paragraf merupakan susunan kalimat yang di dalamnya mengandung sebuah gagasan. Cara penyajian gagasan dalam paragraf pun bisa berbeda-beda. Gagasan utama pada paragraf bisa diletakkan secara deduktif, induktif atau campuran. Kali ini kita akan membahas mengenai contoh paragraf deduktif dan induktif. Namun sebelum membahas contoh paragraf deduktif dan induktif, ada baiknya kalau kita mengetahui terlebih dahulu mengenai paragraf deduktif dan induktif itu sendiri.

Contoh Paragraf Deduktif dan Induktif
Contoh Paragraf Deduktif dan Induktif | Pxhere

Pengertian Paragraf Deduktif

Paragraf deduktif merupakan susunan kalimat atau paragraf yang gagasan utamanya terletak di awal paragraf. Kalimat-kalimat setelah gagasan tersebut berperan sebagai kalimat penjelasan. Biasanya paragraf deduktif ini berisi tentang pernyataan-pernyataan sebuah masalah dalam suatu karangan yang masih bersifat umum kemudian dikembangkan dengan pernyataan – pernyataan yang bersifat khusus. Pola kalimat pada paragraf deduktif ini adalah dari umum ke khusus.

Ciri Ciri Paragraf Deduktif

Adapun ciri-ciri paragraf deduktif yaitu letak gagasan utama di awal kalimat dan memiliki alur dari penyataan umum kemudian diikuti oleh penjelasan yang memaparkan kalimat pertama. Untuk lebih mudah memahami tentang paragraf deduktif, berikut ini terdapat contoh-contoh paragraf deduktif.

Contoh Contoh Paragraf Deduktif

Contoh 1.

Pendidikan adalah modal utama dalam kehidupan bermasyarakat saat ini. Pendidikan sendiri merupakan usaha untuk mengembangkan kemampuan intrinsik dan ekstrinsik. Kemampuan intrinsik tercipta ketika selama menempuh pendidikan, peserta didik diharapkan memiliki jiwa dan karakter sumber daya manusia yang berkualitas. Kemampuan ekstrinsik merupakan luaran yang diperoleh selama menempuh pendidikan.

Gagasan utama pada paragraf di atas yaitu pendidikan adalah modal utama dalam kehidupan bermasyarakat saat ini. Hal ini terlihat dari kalimat-kalimat setelah gagasan utama merupakan kalimat penjelas yang menjelaskan gagasan utama di kalimat pertama. Oleh karena itu, paragraf di atas dapat dikategorikan sebagai paragraf deduktif.

Contoh 2.

Saat ini, internet menjadi alternatif dalam berbisnis modern. Melalui akses jaringan internet dengan cakupan yang luas, berbisnis dengan memanfaatkan internet bisa menjadi solusi alternatif. Kesempatan berdagang dan berbisnis menjadi lebih mudah dan praktis melalui internet. Sebagai contoh, pedagang bisa terhubung dengan pembeli di luar daerahnya ketika memanfaatkan internet dalam kegiatannya. Selain itu, dengan internet juga membuat kegiatan perdagangan menjadi lebih praktis serta tidak mengeluarkan modal yang besar.

Gagasan utama pada paragraf tersebut yaitu saat ini internet menjadi alternatif dalam berbisnis modern. Kalimat-kalimat setelah kalimat ini bersifat sebagai penjelas. Sehingga paragraf tersebut dapat disebut dengan paragraf deduktif.

Contoh 3.

Fauzi adalah seorang atlet muda yang multi talenta. Selain menjadi atlet olahraga basket, dia juga seorang fotografer yang sering pergi ke berbagai tempat yang indah untuk mengambil foto. Fauzi pernah mewakili juara Indonesia memenangkan suatu olimpiade pada tiga tahun lalu di bidang olahraga basket. Selain basket, Fauzi juga sering bermain bola dengan teman-teman sekampungnya. Selain basket dan sepak bola, Fauzi juga mahir dalam beberapa bidang olahraga, meskipun dia lebih condong ke basket. Kini, Fauzi sedang mencoba dan berusaha untuk memenangkan olimpiade nasional di bidang basket untuk tahun depan.

Gagasan utama pada paragraf tersebut terletak pada kalimat pertama yaitu Fauzi adalah seorag atlet muda yang multi talenta. Kalimat-kalimat setelahnya merupakan kalimat penjelas dari kalimat pertama.

Contoh 4.

Seharusnya sampah elektronik jangan dibuang ke dalam tempat sampah pada umumnya. Hal tersebut dapat mengakibatkan dampak negatif bagi lingkungan. Sampah elektronik ini akan tetap menumpuk di alam bebas karena komponen sampah ini sangat kompleks sehingga sulit di urai. Selain itu, sejumlah bahan kimia yang terkandung di dalam sampah elektronik dapat meledak dan menimbulkan kebakaran besar. Kandungan bahan kimia tersebut juga dapat mencemari lingkungan apabila mengenai tanah ataupun air.

Pada paragraf di atas, gagasan utamanya yaitu seharusnya sampah elektronik jangan dibuang ke dalam tempat sampah pada umumnya. Kalimat-kalimat setelahnya merupakan kalimat yang menjelaskan mengapa sampah elektronik tidak boleh di buang ke tempat sampah pada umumnya.

Contoh 5.

Perlu kita tahu bahwa protein merupakan zat makanan yang amat penting bagi tubuh. Zat ini berfungsi sebagai bahan bakar, zat pengatur, dan juga zat pembangun. Protein juga merupakan sumber-sumber asam amino yang  mengandung unsur-unsur C, H, O, dan N, yang tidak dimiliki oleh karbohidrat dan lemak. Molekul protein juga mengandung fosfor dan belerang serta ada juga yang mengandung unsur logam seperti besi dan tembaga.

Paragraf di atas dapat dikategorikan sebagai paragraf deduktif karena letak gagasan utama berada di awal paragraf, yaitu protein merupakan zat makanan yang amat penting bagi tubuh.

Contoh 6.

Proses termal merupakan salah satu bentuk proses pengawetan pangan yang penting untuk mendapatkan produk dengan umur simpan panjang. Tujuan utama proses termal secara umum adalah untuk membunuh mikroorganisme penyebab penyakit dan kebusukan pada produk pangan yang telah dikemas dalam kemasan hermetis, seperti kaleng atau gelas jar. Saat ini, perhatian terhadap produk hasil dari proses termal terus mengalami peningkatan. Pada umumnya konsumen menginginkan penurunan mutu produk yang minim akibat proses termal baik dari segi nutrisi maupun organoleptik.

Gagasan utama pada paragraf tersebut adalah yang digaris bawahi, yaitu yang terletak di awal kalimat sehingga kalimat tersebut juga termasuk kalimat deduktif.

Contoh 7.

Pembekuan merupakan proses pengolahan produk pangan dengan menurunkan suhunya di bawah titik beku produk tersebut. Ketika proses pembekuan, sejumlah air terbentuk menjadi kristal es dan menyebabkan kadar zat terlarut dalam bahan meningkat. Hal tersebut berdampak pada menurunnya aktivitas air. Selama proses pembekuan, panas dari bahan pangan diambil untuk menurunkan suhu produk sampai titik beku.

Gagasan utama pada paragraf tersebut terletak di kalimat pertama yang digaris bawahi sehingga dapat dikategorikan sebagai paragraf deduktif.

Pengertian Paragraf Induktif

Paragraf induktif merupakan kebalikan dari paragraf jenis deduktif. Pada paragraf induktif, paragraf dikembangkan dari pernyataan-pernyataan khusus kemudian disimpulkan pada pernyataan yang umum. Dengan kata lain, paragraf induktif merupakan susunan kalimat dimana kalimat utamanya terletak di bagian akhir paragraf. Paragraf induktif bisa dibilang sebagai paragraf yang menyimpulkan sebuah gagasan yang dijelaskan di bagian awal paragraf.

Ciri Ciri Paragraf Induktif

Adapun ciri-ciri paragraf induktif yaitu diawali dengan penjelasan-penjelasan khusus, kemudian digeneralisasikan menjadi sebuah kesimpulan, dimana kesimpulan tersebut sekaligus sebagai gagasan utama yang letaknya di akhir paragraf. Contoh-contoh paragraf induktif dapat diperhatikan sebagai berikut.

Contoh Contoh Paragraf Induktif

Contoh 1.

Mendidik seorang anak tidak melulu dengan cara menjejalinya dengan berbagai petuah atau perintah. Memberikan teladan perbuatan yang baik juga dapat dijadikan sebagai salah satu cara mendidik anak. Melalui teladan dapat membuat anak menyerap dan mengaplikasikan apa yang diperintahkan oleh orang tua. Apabila cara ini tidak dilakukan oleh orang tua, akan menyebabkan sang anak kesulitan untuk memahami apa yang hendak orang tua ajarkan kepada mereka.

Gagasan utama pada paragraf tersebut yaitu apabila orang tua tidak memberikan teladan yang baik akan menyebabkan sang anak kesulitan memahami apa yang hendak orang tua ajarkan kepadanya. Isi kalimat tersebut tersirat terdapat pada akhir paragraf. Dengan demikian gagasan utama paragraf terletak pada paragraf terakhir. Paragraf tersebut dapat digolongkan menjadi paragraf induktif.

Contoh 2.

Kita dapat menikmati pemandangan alam yang luar biasa indah di sepanjang Desa Sedayulawas hingga wilayah Desa Nanjan tempat Wisata Bahari Lamongan berada. Lautan yang terbentang luas dapat kita lihat dengan menggunakan mata telanjang. Perjalanan kita juga dimanjakan oleh angin laut sepoi-sepoi. Selain itu, pepohonan yang rindang di pinggir jalan juga menambah ketenangan suasana hati. Sesampainya di area wisata, kita disambut dengan patung kodok yang menempel di dinding tepat depan pintu masuk Wisata Bahari Lamongan. Di bawah patung itu kita juga dapat melihat keindahan bunga-bunga yang sedang bermekaran. Sungguh menyenangkan dapat bermain di Wisata Bahari Lamongan.

Gagasan utama pada paragraf tersebut yaitu menyenangkannya dapat bermain di Wisata Bahari Lamongan yang tertuang di kalimat terakhir paragraf tersebut. Dengan demikian paragraf tersebut dapat dikategorikan sebagai paragraf induktif.

Contoh 3.

Peralihan musim dapat menjadi indikasi terjadinya bencana alam. Seperti yang telah kita dengar beberapa waktu yang lalu telah terjadi banjir bandang yang memprihatinkan di Bandung. Meskipun pembangunannya modern, kota Bandung dapat menjadi tempat banjir tahunan. Hal tersebut bukan karena kinerja pemerintah yang belum optimal melainkan juga menjadi tanggung jawab bersama warga Bandung di perkotaan. Hal ini dapat dilihat dari kebiasaan masyarakat perkotaan dalam menjaga kebersihan lingkungan. Meskipun pemerintah telah berusaha meminimalisir banjir, apabila tidak disertai dengan kesadaran warga akan menjadi percuma. Kesadaran masyarakat yang kurang dalam membuang sampah menyebabkan penyumbatan saluran air dan berdampak pada terjadinya banjir.

Gagasan utama pada paragraf tersebut ditunjukkan pada yang kalimat yang bergaris bawah. Pada paragraf tersebut ditunjukkan bagaimana sebuah fakta dan penjabaran khusus diletakkan di awal kalimat, serta diakhiri dengan sebuah kesimpulan. Oleh karena itu, paragraf tersebut dapat dikategorikan sebagai paragraf induktif.

Contoh 4.

Bintik merah yang berada di area wajah dan disertai rasa gatal sehingga ingin terus menyentuhnya dicurigai sebagai gejala jerawat. Seseorang yang jerawatan akan merasa tidak nyaman dan ingin sekali memencet jerawat tersebut. Apabila gejala jerawat ringan ini tidak ditangani dengan segera, dikhawatirkan jerawat akan semakin membesar dan bernanah. Gejala-gejala awal tersebut seharusnya segera dikonsultasikan kepada dokter spesialis, meskipun jerawat bukan termasuk penyakit yang mematikan.

Gagasan utama pada paragraf tersebut yaitu gejala jerawat seharusnya segera dikonsultasikan kepada dokter spesialis meskipun bukan termasuk penyakit mematikan. Maksud pernyataan tersebut terletak di kalimat terakhir sehingga paragraf tersebut dapat dikategorikan sebagai paragraf induktif.

Contoh 5.

Selama proses pembekuan, panas sensibel pada bahan pangan diambil untuk menurunkan suhu bahan hingga di bawah titik beku. Ketika titik beku sudah tercapai, air dalam bahan dapat membentuk kristal-kristal es dan meningkatkan konsentrasi zat terlarut. Hal tersebut menyebabkan akitivitas air pada bahan akan menurun. Seperti kita tahu bahwa mikroorganisme tidak dapat berkembang pada bahan pangan yang memiliki aktivitas air rendah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa proses pembekuan dapat meningkatkan umur simpan bahan pangan karena dapat menghambat perkembangan mikroorganisme.

Gagasan utama pada paragraf tersebut adalah pembekuan dapat meningkatkan umur simpan produk pangan karena dapat menghambat perkembangan mikroorganisme.

Demikianlah beberapa contoh paragraf deduktif dan induktif. Berdasarkan contoh-contoh tersebut terlihat jelas bahwa pada paragraf deduktif gagasan utama paragraf terletak di kalimat awal sedangkan pada paragraf induktif, gagasan utama paragraf terletak di kalimat akhir.