Ragam Bahasa, Pengertian, Contoh dan Macam Macam Ragam Bahasa Lengkap

0
4049
Ragam Bahasa Indonesia
Pixabay

Sebelum membahas lebih jauh mengenai ragam bahasa Indonesia, sepertinya kita perlu tahu mengenai apa itu bahasa. Bahasa merupakan dasar pemahaman dalam memahami suatu bahasa itu sendiri untuk dapat diterapkan dengan sebaik-baiknya. Bahasa adalah salah satu alat komunikasi yang digunakan oleh manusia dalam kehidupan sosialnya. Oleh karena itu, bahasa juga disebut sebagai salah satu alat komunikasi. Manusia menggunakan ragam bahasa untuk saling berhubungan, berbagi pengalaman, saling belajar, dan meningkatkan pengetahuan.

Ragam Bahasa Indonesia
Pixabay

Indonesia memiliki ragam bahasa yang banyak sekali. Hampir disetiap daerah memiliki bahasa yang berbeda. Bahkan dalam suatu daerah yang sama juga memungkinkan memiliki bahasa yang berbeda. Hal tersebutlah yang menyebabkan Indonesia kaya akan ragam bahasa. Oleh karena itu, pengguna sendiri perlu memiliki bahasa yang tepat sesuai dengan keperluan, situasi, dan kondisinya. Di Indonesia sendiri, bahasa nasional yang digunakan adalah Bahasa Indonesia yang diresmikan sesudah Indonesia merdeka. Pada saat itu, Bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa kerja. Hingga saat ini, Bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa pemersatu bangsa.

Pengertian Ragam Bahasa

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ragam dapat diartikan sebagai macam, jenis, warna, corak, lagu langgam, dan laras. Jadi ragam bahasa adalah macam-macam bahasa. Dengan kata lain, ragam bahasa adalah variasi bahasa tergantung pada pemakaiannya. Variasi sendiri bisa termasuk dialek, aksen, laras, dan gaya. Variasi tersebut muncul disebabkan adanya latar belakang pengguna bahasa yang berbeda. Perbedaan bahasa tersebut tergantung pada budaya, agama, profesi, dan sebagainya.

Suatu bangsa terdiri dari berbagai masyarakat yang memiliki status sosial yang berbeda, berasal dari daerah yang berbeda, dimana setiap daerah memiliki budaya yang berbeda. Hal itulah yang menyebabkan bahasa yang mereka gunakan juga bervariasi atau beragam, dimana sering kali keragaman tersebut memiliki perbedaan yang besar.

Akan tetapi, adanya keragaman bahasa ini menimbulkan masalah tersendiri bagi pengguna dalam pemakaiannya di kehidupan masyarakat. Menurut Hymes (dalam Chaer, 1994), seorang pakar sosiolinguistik berpendapat bahwa suatu komunikasi harus memuat delapan unsur penggunaan bahasa yang disingkat dengan SPEAKING, yakni setting and scene, participants, ends, act sequences, key, instrumentalities, norms, dan genres.

Setting and scene, penggunaan bahasa yang berdasarkan unsur tempat dan waktu terjadinya percakapan. Participants, berkenaan dengan siapa orang yang terlibat dalam suatu percakapan. Ends berkenaan dengan maksud dan hasil percakapan. Act sequences, berkenaan dengan bentuk dan isi percakapan. Key menunjukkan cara atau minat dalam melakukan percakapan. Instrumentalities menunjukkan pada jalur percakapan, secara lisan atau bukan. Norms menunjukkan pada sikap atau perilaku pelaksana percakapan. Dan genres pada kategori atau variasi bahasa yang digunakan.

Contoh ragam bahasa

Adapun contoh langgam bahasa yang ada di Indonesia yaitu sebagai berikut:

  • Bahasa osing yang berasal dari daerah Banyuwangi.
  • Bahasa jawa yang pada umumnya digunakan oleh orang yang tinggal di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
  • Bahasa madura yang digunakan oleh orang yang tinggal di Pulau Madura dan sebagian di Jawa Timur.
  • Bahasa ngapak yang sering digunakan oleh orang Purwokerto dan sekitarnya.
  • Bahasa sunda yang digunakan oleh orang Banten dan sekitarnya.
  • Bahasa bugis yang banyak digunakan oleh Suku Bugis di Sulawesi Selatan dan masih banyak bahasa lainnya.

Macam-macam Ragam Bahasa

Macam-macam ragam Bahasa Indonesia dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu berdasarkan pokok pembicaraannya, berdasarkan situasi, dan berdasarkan media pembicaraan. Berdasarkan pokok pembicaraannya, gaya bahasa dapat dibagi menjadi gaya bahasa ilmiah, jurnalistik, sastra, dan undang-undang. Berdasarkan situasinya, gaya bahasa dapat dibagi menjadi gaya bahasa resmi, tidak resmi, akrab, dan konsultasi. Berdasarkan media pembicaraannya, gaya bahasa dapat dibagi menjadi gaya bahasa lisan dan gaya bahasa tulisan.

Ragam Bahasa Ilmiah

Ragam bahasa ilmiah biasanya digunakan dalam dalam menyampaikan ilmu pengetahuan. Penggunaan bahasa dalam ilmu pengetahuan memiliki sifat pemakaian yang khas, spesifik, sehingga dalam bidang ilmu pengetahuan gaya bahasa yang digunakan berbeda dengan gaya bahasa yang lain. Sifat-sifat tersebut ada yang umum digunakan sebagai bahasa ilmiah dan khusus yang berhubungan dengan pemakaian kosakata. Sifat umum pada gaya bahasa ilmiah digunakan untuk menyampaikan informasi ilmiah kepada pembaca sehingga informasi tersebut menjadi mudah dipahami. Sifat khusus pada ragam bahasa ilmiah digunakan untuk menyampaikan fakta yang memiliki makna tertentu yang paling sesuai dengan suatu konsep.

Ciri-ciri ragam bahasa ilmiah

  1. Menggunakan bahasa baku.
  2. Menggunakan bahasa efektif.
  3. Menghindari bahasa yang bermakna ganda.
  4. Penggunaan kata dan istilah yang bermakna lugas.
  5. Menghindari kata atau istilah yang bermakna kias.
  6. Menjaga objektivitas dari isi tulisan.
  7. Serta adanya keselarasan dan keruntutan antarposisi dan antaralenia.

Gaya bahasa ilmiah ini biasanya digunakan dalam menulis suatu karya ilmiah seperti menulis laporan, skripsi, tesis, disertasi yang bersifat formal, serta dalam komunikasi ilmiah, seperti debat ilmiah.

Ragam Bahasa Jurnalistik

Ragam bahasa jurnalistik atau biasa disebut dengan bahasa pers merupakan model bahasa yang biasa digunakan oleh wartawan atau jurnalis dalam menulis di media massa. Model bahasa jurnalistik memiliki kaidah-kaidah penulisan tersendiri yang berbeda dengan model bahasa lain. Kaidah penulisan mengunakan model bahasa jurnalistik bisa jadi berbeda dalam subbidang jurnalistik sendiri. Misalnya bahasa jurnalistik yang digunakan untuk menulis berita utama atau laporan utama akan berbeda dengan bahasa yang digunakan dalam menulis tajuk. Namun demikian dalam penulisan model bahasa jurnalistik tidak meninggalkan kaidah bahasa Indonesia yang baku.

Ciri-ciri umum ragam bahasa jurnalistik

yaitu singkat, padat, sederhana, lugas, menarik, lancar, dan jelas. Ciri-ciri tersebut harus dipenuhi dalam penulisan di bidang jurnalistik seperti surat kabar. Hal ini mengingat bahwa surat kabar dibaca oleh berbagai lapisan masyarakat yang memiliki tingkat ilmu pengetahuan yang berbeda.

Ragam Bahasa Sastra

Ragam bahasa sastra ini ada karena sifat sastra itu sendiri yang menggunakan bahasa sebagai media pengucapannya. Karya sastra sendiri merupakan karya imajinatif bermedium bahasa yang fungsi estetiknya dominan (Wellek dan Warren dalam Pradopo, 1997). Sifat estetik yang dominan pada sastra tersebut mengartikan bahwa bahasa juga memiliki peran besar dalam memberikan fungsi estetik tersebut. Bahasa dalam sastra itu sendiri digunakan untuk mendapatkan nilai seni dari sastra itu sendiri yang berkaitan dengan penggunaan gaya bahasanya. Sifat-sifat dari gaya bahasa sastra sendiri, yaitu bahasa sangat konotatif, memiliki gaya bahasa, dan adanya ketidaklangsungan ekspresi pada bahasa yang digunakan.

Ragam Bahasa Lisan dan Tulisan

Ragam bahasa lisan merupakan ragam bahasa yang digunakan untuk mengungkapkan suatu informasi melalui lisan sehingga dapat membantu pemahaman yang juga didukung oleh situasi pemakaian. Penggunaan gaya bahasa dengan menggunakan lisan ini tidak mengurangi ciri kebakuan dari bahasa tersebut. Kaidah gaya bahasa lisan yang disampaikan pada kegiatan formal berbeda dengan apabila disampaikan pada situasi percakapan non formal atau santai. Jika gaya bahasa lisan dituliskan bukan berarti gaya bahasa tersebut dikategorikan sebagai gaya bahasa tulis. Akan tetapi, tetap disebut sebagai gaya bahasa lisan hanya saja disampaikan dalam bentuk tulis. Contoh ragam bahasa lisan, antara lain ceramah, pidato, sambutan, berbincang-bincang dan lain sebagainya.

Ciri-ciri ragam bahasa lisan

Adapun ciri ciri variasi bahasa lisan antara lain sebagai berikut.

  1. Memerlukan orang kedua/teman bicara
  2. Tergantung situasi, kondisi, ruang, dan waktu
  3. Menyertakan intonasi dan bahasa tubuh, seperti gerak tubuh dan mimik wajah
  4. Berlangsung cepat
  5. Dapat berlangsung tanpa alat bantu
  6. Kesalahan dapat langsung dikoreksi.

Ragam bahasa tulisan merupakan bahasa yang digunakan dengan memanfaatkan tulisan dimana huruf menjadi unsur dasar penyusunnya. Model bahasa tulis berhubungan erat dengan tata cara penulisan (ejaan) disamping aspek tata bahasa dan kosakata. Kelengkapang unsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat, ketepatan pemilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan,dan penggunaan tanda baca dalam pengungkapan ide penting untuk diperhatikan dan dilengkapi.

Ciri-ciri ragam bahasa tulisan

  1. Tidak memerlukan kehadiran orang lain.
  2. Tidak terikat ruang dan waktu, kosakata yang digunakan dipilih secara cermat.
  3. Pembentukan kata dilakukan secara sempurna.
  4. Kalimat dibentuk dengan struktur yang lengkap.
  5. Paragraf dikembangkan secara lengkap dan padu.
  6. Berlangsung lambat dan membutuhkan alat bantu.

Model bahasa tulis biasanya digunakan dalam karya ilmiah, surat kabar, surat, dan lain-lain.

Ragam Bahasa Baku dan Tidak Baku

Penggunaan kaidah bahasa dalam variasi bahasa baku lebih lengkap dibandingkan dengan variasi bahasa tidak baku. Adapun variasi bahasa baku memiliki ciri-ciri, yakni memiliki kaidah dan aturan yang relatif tetap dan luwes serta tidak dapat berubah setiap saat, memiliki sifat kecendekiaan, dan keseragaman kaidah. Sedangkan variasi bahasa tidak baku banyak mengandung unsur-unsur dialek dan bahasa daerah sehingga memiliki banyak variasi. Selain itu, variasi bahasa tidak baku juga bervariasi dalam hal pelafalan, kosakata, struktur kalimat dan sebagainya. Untuk mengatasi keberagaman bahasa tersebut, perlu dilakukan standarisasi bahasa atau pembakuan bahasa. Oleh karena itu, munculnya variasi bahasa baku.

Ragam Bahasa Resmi dan Tidak Resmi

Ragam bahasa resmi adalah ragam yang digunakan dalam suatu acara/kegiatan resmi atau formal. Ragam bahasa resmi dalam penggunaannya, biasanya menggunakan tata bahasa yang baik, yaitu sesuai dengan ejaan yang disempurnakan (EYD), lugas, sopan, dan menggunakan bahasa yang baku. Ciri-ciri bahasa resmi, yaitu digunakan dalam situasi resmi, nada bicara yang cenderung datar, dan kalimat yang digunakan adalah kalimat lengkap.

Sedangkan ragam bahasa tidak resmi merupakan ragam yang digunakan dalam kegiatan/acara tidak resmi seperti surat-menyurat pribadi dan percakapan sehari-hari. Ciri-ciri ragam bahasa tidak resmi, yaitu digunakan dalam situasi tidak resmi, dan sering menggunakan kalimat-kalimat yang tidak lengkap.

Referensi Tulisan

Chaer, A. (1994). Linguistik umum. Jakarta, Indonesia: Rineka Cipta.

Pradopo, R. D. (2013). Ragam Bahasa Sastra. Humaniora, (4).

Artikel Terkait

[display-posts category=”bahasa” posts_per_page=”10″]