Sejarah Singkat Sumpah Pemuda Ditinjau dari Berbagai Sisi

0
374
Sejarah Singkat Sumpah Pemuda ditinjau dari istilah Sumpah Pemuda
Sejarah Singkat Sumpah Pemuda

Sejarah Singkat Sumpah Pemuda – Sumpah Pemuda merupakan puncak perjuangan Bangsa Indonesia melalui jalur faham nasionalisme yang mulai merebak di kaum pemuda pribumi pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Yaitu faham kecintaan terhadap kebangsaan yang besar. Sumpah Pemuda juga merupakan puncak peristiwa dalam menyusun kembali strategi perjuangan guna mencapai Indonesia yang berdaulat melalui jalur pergerakan kebangsaan. Pergerakan Nasional merupakan periode penting dalam perjalanan bangsa Indonesia menemukan jati dirinya. Periode ini disebut periode renaisans di Indonesia.

Inilah suatu upaya dari Bangsa Indonesia untuk lepas dari cengkraman Belanda. Sebelum abad 20, Bangsa Indonesia menghadapi kolonialisme Belanda melalui jalur peperangan secara fisik. Namun setelah diterapkannya politik etis di wilayah jajahan Hindia Belanda, terbukalah peluang bagi pemuda Indonesia untuk mengenyam pendidikan dan terlibat dalam organisasi politik di Hindia Belanda. Perlu diketahui, istilah Hindia Belanda adalah diperuntukkan bagi negara jajahan Belanda yang menjadi wilayah koloninya kemudian diakui secara defacto dan de jure oleh Kepala negara Hindia Belanda yaitu Ratu atau Raja Belanda. Biasanya di wilayah jajahannya tersebut, dikirim seorang Gubernur Jendral sebagai perwakilan dari kekuasaan Ratu atau Raja sebagai pejabat yang berkuasa penuh di wilayah jajahan. Dari politik Etis inilah para pelajar pribumi mulai mempunyai ide tentang nilai kebangsaan dan rasa cinta tanah air dikarenakan masuknya faham nasionalisme di kalangan pelajar Indonesia.

Sejarah Singkat Sumpah Pemuda
Sejarah Singkat Sumpah Pemuda

Sejarah Singkat tentang Sumpah pemuda menjelaskan dengan rinci bahwa faham nasionalisme inilah yang merupakan pengobar menumbuhkan tekat hati para pemuda pelajar Indonesia di masa itu untuk menumbuhkan dan mengembangkan ideologi dan organisasi pergerakan nasional Indonesia dan sadar akan pentingnya berorganisasi yang teratur. Kata “nasional” dimaksudkan untuk membatasi penyebutan bagi pergerakan-pergerakan yang bercita-cita nasional yaitu cita-cita mencapai kemerdekaan bangsa. Munculnya pergerakan Nasional Asia adalah sebagai reaksi adanya imperialisme dari bangsa Barat. Dari semangat nasionalisme inilah tercetus sebuah organisasi pergerakan nasional yang memmiliki karakter :

  1. Keanggotaan tidak bersifat kedaerahan, dan semua suku di Indonesia bisa menjadi anggotanya.
  2. Pemimpinnya berasal dari kalangan terdidik yang pernah mmeperoleh pendidikan barat.

  3. Dasar organisasi bersifat kebangsaan atau nasionalisme.

  4. Tujuan organisasi bukan berkempitangn utnutk individu kedaerahan namun untuk seluruh bangsa Indonesia.

Sejak tahun 1908, perjuangan bangsa Indonesia terbagi dalam empat zaman, yaitu

  1. Zaman perintis ( 1908-1927 )

  2. Zaman penegas atau pencoba ( 1927-1942)

  3. Zaman pendobrak (1942-1945 )

  4. Zaman pelaksana (1945-sekarang)

Pergerakan negara Indonesia menuju Indonesia merdeka terjadi pada zaman perintis, penegas, dan pencoba. Pada masa ini ditandai dengan berdirinya organisasi-organisasi pergerakan. Pembagian pergerakan nasional menurut asas dan tujuan organisansinya, masalah awal perkembangan, masa radikal dan masa bertahan.

Sejarah Singkat Sumpah Pemuda ditinjau dari istilah Sumpah Pemuda
Sejarah Singkat Sumpah Pemuda

Pada masa awal pergerakan terbentuklah organisasi-organisasi Budi utomo, serikat Islam, Indische Partij, dan gerakan Pemuda. Dari sinilah kemudian organisasi ini melakukan konggres dan terlibat dalam politik kedaerahan yang dibuat oleh masa Hindia Belanda.

Awal pencetus gagasan dan perkembangan pola pikir para anggota organisasi untuk menyatukan tekatnya membangun strategi organisasi menuju Indonesia merdeka.

  1. Sejarah Singkat Sumpah Pemuda ditinjau dari istilah Sumpah Pemuda

Yang dimaksud dengan sumpah pemuda adalah keputusan konggres pemuda II yang diselenggarakan dua hari yaitu 27-28 Oktober 1928 di Batavia ( Jakarta). Keputusan ini menegaskan cita-cita akan adanya tanah air Indonesia, Bangsa Indonesia, dan Bahasa Indonesai. Keputusan ini juga menjadi asas bagi setiap perkumpulan kebangsaan Indonesai dan diminta untuk diinformasikan dalam semua surat kabar dan dibacakan di pertemuan organisasi-organisasi.

Istilah Sumpah pemuda bukanlah nama yang muncul dalam putusan konggres namun diberikan setelah pelaksanaan konggres. Berikut ini adalah bunyi tiga putusan konggres tersebut sama halnya yang tercantum di prasasti di dinding Museum Sumpah Pemuda.

Penulisan dari prasasti itu menggunakan ejaan Van Ophuysen, yaitu :

Pertama : Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.

Kedoea : Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.

Ketiga : Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoenjdjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Pada tahun 1908, nama Indonesai rilis dan digunakan untuk pertama-tama digunakan oleh Perhimpunan Indonesia. Perhimpunan Indonesia merupakan organisasi yang dibangun oleh pelajar indonesia di negeri Belanda. Organisasi ini awalnya disebut Indische Vereeniging. Namun, pada tahun 1922 nama itu diganti menjadi Indonesische Vereeniging, kemudian pada masa yang sama berubah menjadi Perhimmpunan Indonesia. Para tokohnya yaitu Ki Hajar Dewantara, Budi Utomo, dan DR. Mohammad Hatta, dimana mereka ikut memunculkan istilah nama Indonesia untuk mengimbangi nama Hindia Belanda yang dipakai oleh pemerintah Belanda pada masa itu.

  1. Sejarah Singkat Sumpah Pemuda ditinjau dari munculnya Federasi dan “Front Sawo Matang”

Dalam rangka merealisasikan gagasan tentang persatuan, Ir. Sukarno ingin membentuk wadah persatuan dengan memadukan aliran nasionalisme, Islam, dan marxisme, sehingga membentuk kekuatan moral dan nasionalism yang kukuh. Ir. Sukarno mendesak para pemimpin organisasi untuk membentuk sebuah federasi antarpartai dan organisasi yang sekaligus merupakan “Front Sawo Matang” untuk menghadapi praktik diskriminasi kelompok kulit putih yang merasa superior. Federasi dalam hal ini harus mencerminkan situasi sosial dan politik di Indonesia dengan berbagai orientasi-dan aliran yang beragam. Mengingat realitas ini, maka federasi dibuat longgar dan tidak lebur.

Untuk membahas secara resmi tentang ide federasi tersebut, maka pada tanggal 17-18 Desember 1927 diadakan rapat di Bandung. Rapat tersebut dihadiri oleh perwakilan dari BU, PNI, PSI, PPKI, dan beberapa organisasi pemuda seperti Sumatranen Bond, Kaum Betawi, Pasundan, dan Kelompok Studi Indonesia: Mereka sepakat mendirikan sebuah federasi yang bernama “Permufakatan Perhimpunan-perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia” (PPPKI). Kemudian sebelum terbentuk kepengurusan federasi yang tetap, terlebih dulu dibentuk semacam panitia yang diketuai oleh Sabirin. Akhirnya terbentuk kepengurusan tetap PPPKI, sebagai berikut :

Dewan Penasihat : Ir. Sukarno dan Dr. Sukiman

Ketua : Iskaq Cokroadisuryo

Sekretaris merangkap Bendahara : Dr. Samsi

Adapun tujuan dari PPPKI, sebagai berikut :

  1. Mencegah perselisihan antar partai dan organisasi

  2. Menyatukan arah dan cara beraksi dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

  3. Mengembangkan persatuan kebangsaan Indonesia dengan berbagai lambangnya,

yaitu: Bendera Sang Merah Putih, lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dan Bahasa Indonesia

  1. Sejarah Singkat Sumpah Pemuda ditinjau dari adanya Organisasi-organisasi Kepemudaan

Tujuh tahun setelah terbentuknya Budi utamo, pemuda Indonesia mulai bangkit meskipun dalam loyalitas yang masih bersifat kedaerahan. Seperti telah disebutkan bahwa pada tahun 1915 telah lahir organisasi pemuda yang pertama, Trikoro Darmo.

Tri Koro Darmo ini diharapkan menjadi wadah generasi muda guna menjadi pimpinan nasional yang memiliki rasa cinta tanah air. Peran serta Pemuda dalam pergerakan nasional dimulai sejak adanya organisasi Budi Utomo tanggal 20 Mei 198. Dalam perkembangan selanjutnya, organisasi itu lebih banyak terdiri dari tokoh anggota dari golongan tua. Oleh karena itu, para pemuda selalu ingin membentuk kekuatannya yang merupakan mencerminkan sebagai aktifis pemuda. Perkumpulan itu disebut Trikoro Dharmo. Trikoro Dharmo memiliki arti tiga tujuan mulia, terdiri dari sakti, budi, dan bakti. perkumpulan ini bertujuan mencapai Jawa Raya dengan upaya memperkukuh rasa persatuan antar pemuda Jawa, Madura, Sunda, Bali, dan Lombok.

Dalam rangka untuk mewujudkan persatuan ,pada konggres di Solo tanggal 12 Juli 1918, Trikoro Dharmo diubah menjadi Jong Java. Tujuan yang ingin dicapai ialah mendidik para anggota supaya kelak bisa memberikan tenaganya untuk membangun Jawa Raya. Cara yang harus ditempuh untuk mewujudkan yaitu dengan mempérerat persatuan, menambah pengetahuan anggota, serta berusaha menimbulkan rasa cinta pada budaya sendiri. Dalam perjuangannya, Jong Java tidak bergerak dalam masalah politik.

Berkembangnya organisasi Jong Java ini telah mendorong munculnya organisasi pemuda di berbagai daerah. Sebagai contoh di tanggal 9 Desember 1917 berdiri organisasi pemuda Jong Sumatranen Bond. Organisasi ini didirikan oleh para pelajar dan pemuda Sumatra yang ada di Jakarta. Tokohnya antara lain Moh. Hatta dan Muh. Yamin. Tujuannya untuk mempererat tali persaudaraan dan persatuan antar pelajar dari Sumatra.

Pada tahun 1918 berdiri organisasi pemuda yang bernama Jong Minahasa. Menyusul berikutnya berdiri Jong Celebes ( Sulawesi ), Jong Ambon, Jong Borneo ( Kalimantan ), Sekar Rukun, dan organisasi pemuda dari tanah Sunda yang didirikan oleh para pelajar sekolah Guru. Organisasi-organisasi tersebut berorientasi pada kedaerahan atas dasar prinsip persatuan. Tujuan dikembangkannya organisasi-organisasi tersebut untuk mempersatukan para pemuda dan pelajar yang merupakan keturunan dari orang tua yang berasal dari daerah yang bersangkutan (misalnya anggota Jong Celebes para pemuda/pelajar keturunan orang tua dari Sulawesi, Jong Ambon, para pemuda keturunan orang tua dari Ambon begitu seterusnya). Di samping gerakan-gerakan pemuda, juga terdapat organisasi wanita seperti Putri Indonesia, Aisijah, Wanita Sarekat Ambon, dan Organisasi Wanita Taman Siswa.

Pada tanggal 15 November 1925 diadakan pertemuan organisasi-organisasi pemuda. Hadir dalam pertemuan itu antara lain perwakilan dari Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Ambon, Jong Celebes, Pelajar-pelajar Minahasa, dan Sekar Rukun. ini membahas tentang rencana kongres pemuda.

  1. Sejarah Singkat Sumpah Pemuda ditinjau dari diselenggarakannya Konggres Pemuda I

Setelah dilakukan berbagai persiapan, maka pada 30 April-2 Mei 1926 diadakan rapat besar pemuda di Jakarta, yang kemudian dikenal dengan Kongres Pemuda Pertama. Kongres ini diketuai oleh M. Tabrani. Adapun tujuan dari kongres tersebut adalah untuk perkumpulan pemuda yang tunggal, yaitu membentuk suatu badan sentral . keberadaan badan ntral ini dimaksudkan untuk memantapkan paham persatuan kebangsaan dan mempererat pemuda kebangsaan.

Dalam Kongres Pemuda I telah muncul kesadaran dan kesepahaman tentang perlunya bahasa persatuan yang pilihannya antara bahasa Jawa atau Bahasa Melayu. Setelah dipilih satu di antara dua bahasa itu akhirnya dipilih Bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan yang disebut dengan Bahasa Indonesia.

Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa Kongres Pemuda I telah melahirkan keputusan yang mendasar yakni mengakui dan menerima tentang cita-cita persatuan Indonesia dan bahasa Indonesia disepakati sebagai perekatnya. Perlu diketahui bahwa usul mengenai bahasa Indonesia itu sebenarnya datang dari M. Tabrani. Semula Muh. Yamin agak keberatan namun setelah berdiskusi dengan Sanusi Pane dan Adinegoro, disepakati yang diusulkan sebagai bahasa persatuan adalah bahasa Indonesia yang intinya berasal dari bahasa Melayu yang akan diperkaya oleh bahasa-bahasa lainnya

  1. Sejarah Singkat Sumpah Pemuda ditinjau dari adanya berkembangnya Organisasi Pemuda yang bertekat dalam Satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa

Setelah Kongres Pemuda I berakhir, berkembang usulan agar dilakukan penggabungan berbagai organisasi pemuda yang ada. Sebagai realisasinya, maka pada tanggal 15 Agustus 1926 diadakan pertemuan organisasi-organisasi pemuda di Jakarta. Dalam pertemuan ini diusulkan agar dibentuk badan tetap untuk keperluan persatuan Indonesia. Berkaitan dengan usulan ini, maka tanggal 31 Agustus 1926 telah disahkan anggaran dasar untuk suatu perkumpulan atau organisasi pemuda yang baru yang diberi nama Jong Indonesia. Baru pada tanggal 20 Februari 1927 ada pertemuan yang digagas oleh Algemene Stuci Club di Bandung. Pertemuan tersebut berhasil mendirikan organisasi pemuda yang diberi nama Jong Indonesia. Organisasi ini berdasarkan pada asas kebangsaan atau nasionalisme.

Tokoh-tokoh yang ada di dalam Jong Indonesia antara lain Sutan Syahrir, Suwiryo, Halim dengan cara Moh. Tamzil, Yusupadi, dan Notokusumo Di samping organisasi itu, pada bulan September 1926 juga diadakan pertemuan para pelajar atau mahasiswa. Dalam pertemuan itu berhasil dibentuk perkumpulan yang diberi nama Perhimpunan Pelajar-Pelajar di Indonesia (PPPl). Anggota umumnya dari para mahasiswa STOVIA dan Sekolah Tinggi Hukum. PPPl bertujuan untuk memperjuangkan Indonesia merdeka. Cita-cita hanya bisa tercapai bila paham kedaerahan dihilangkan dan perselisihan pendapat di antara kaum nasionalis harus dihapuskan. Aktivitas PPPI meliputi gerakan pemuda, sosial dan politik. Perkumpulan itu diketuai oleh Soegondo Djojopoespito, dengan tokoh lainnya adalah Muh Yamin, Abdullah Sigit, Suwiryo, Sumitro Reksodiputro, A.K. Gani, Sunarko, Amir Syarifuddin, dan Sumanang. Perhimpunan itu sering berkumpul di Indonesische Clubgebouw yang terletak di JI. Kramat No 106, Weltevreden. Hubungan antaranggota perkumpulan ini boleh dibilang sangat dekat dan tidak formal. PPPl memiliki peran penting dalam pertemuan-pertemuan berikutnya dalam rangka mewujudkan persatuan Indonesia untuk melawan penjajahan Belanda.

Pada tanggal 28 Desember 1927, Jong Indonesia menyelenggarakan kongres di Bandung. Dalam kongres ini Ir. Sukarno memberikan ceramah yang menambah semangat para pemuda. Dalam kongres ini juga menetapkan nama Jong Indonesia diganti dengan Pemuda Indonesia.

Keputusan penting dalam kongres ini, sebagai berikut :

  1. Menetapkan nama Jong Indonesia diganti dengan Pemuda Indonesia

  2. Bahasa Indonesia ( terplihnya bahasa Melayu) dijadikan bahasa pengantar organisasi Pemuda Indonesia.

  3. Pemuda Indonesia menyetujui usul PPPI tentang dibentuknya fusi semua organisasi- organisasi lainnya yang berasaskan kebangsaan

  1. Sejarah Singkat Sumpah Pemuda ditinjau dari diselenggarakannya Konggres Pemuda II

Pada bulan Juni 1928, panitia konggres dibentuk. Terpilih sebagai Ketua Kongres Pemuda lI adalah Soegoendo Djojopoespito dari PPPl. Perjuangan menyatukan tekat para pemuda akhirnya terwujud.

Atąs inisisatif PPPl, pada tanggal 27-28 Oktober 1928 dilaksanakan Kongres Pemuda Indonesia II yang tujuannya sebagai berikut:

  1. Melahirkan cita-cita semua perkumpulan pemuda-pemuda Indonesia

  2. Membicarakan beberapa masalah pergerakan pemuda Indonesia

  3. Memperkuat kesadaran kebangsaan Indonesia dan memperteguh persatuan Indonesia

Kongres Pemuda ll ini dilaksanakan pada tanggal 27-28 Oktober 1928. Dimana yang diundang dalam kongres ini adalah semua organisasi pemuda dan mahasiswa, serta berbagai organisasi dan partai yang sudah ada. Rapat kemudian diistirahatkan. Pada saat istirahat inilah tampil W.R. Supratman untuk memainkan lagu yang diberi judul “Indonesia Raya” Namun untuk menyiasati agar tidak dilarang oleh orang Belanda yang hadir, W.R. Supratman menampilkan lagu tersebut secara instrumental dengan biola. Lagu inilah yang kemudian kita kenal dengan lagu Kebangsaan Indonesia dan bendera Merah Putih yang diakui sebagai bendera kebangsaan.

Pada puncak Kongres Pemuda Il ini dikrarkan sebuah sumpah yang kemudian kita kenal dengan nama Sumpah Pemuda dan senantiasa menjadi keputusan penting yang historis monumental dalam Kongres Pemuda II. Naskah rumusan ikrar Sumpah Pemuda ini dirumuskan oleh Muh. Yamin.

Naskah selengkapnya dapat dilihat, sebagai berikut.

Petama :

kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe

bertoempah darah satoe, tanah Indonesia

Kedua :

kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe

berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia

Ketiga:

kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe

menjoenjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia

Keputusan, yang disebut Sumpah Pemuda oleh Bangsa Indonesia tersebut diperingati rutin setiap tahun sebagai Hari Sumpah Pemuda” dan sekaligus “Hari Pemuda Indonesia” Selain mengucapkan sumpah, pada saat itu diperdengarkan “Lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang diciptakan oleh Wage Rudolf Supratman dan pengibaran bendera Sang Merah Putih.

Walaupun sudah menghasilkan Sumpah Pemuda, para pemuda belum mampu menciptakan fusi wadah bagi para pemudaa Indonesia . walaupun demikian, dengan tercetusnya Sumpah Pemuda itu, telah memberikan bukti atas ketegasan konsepsi perjuangan bangsa Indonesia yang bersatu dan berdulat.

Nilai-nilai peting Sumpah Pemuda
Nilai-nilai peting Sumpah Pemuda
  1. Nilai-nilai peting Sumpah Pemuda

Dari Uraian sejarah singkat Sumpah pemuda ini, nilai-nilai utama dari peristiwa Sumpah Pemuda adalah nilai persatuan. Persatuan yang diilhami oleh asas perjuangan dan perhimpunan Indonesia ini sudah lama diperjuangkan oleh para pemuda. Para pemuda dengan memahami sejarah panjang perjuangan bangsa Indonesia telah melahirkan kesadaran yang mendalam tentang pentingnya jati diri Indonesia, penguatan semangat kebangsaan atau nasionalisme. Kali ini tercermin dalam ikrar satu tanah air, satu bangsa, dan keikhlasan menjunjung satu bahasa yaitu bahasa Indonesia. Di balik peristiwa Sumpah Pemuda juga terkandung nilai demokrasi. Setelah Sumpah Pemuda diikrarkan, dan persatuan diwujudkan maka langkah-langkah perjuanganpun dilaksanakan. Nilai berikutnya adalah nilai kemandirian, jati diri dan kedaulatan atau penguatan nasionalisme. Secara tidak langsung para pemuda telah meneguhkan jati diri pemuda.