Hosting Unlimited Indonesia
Home Bahasa Arab Pengertian Isim beserta contoh dan ciri cirinya

Pengertian Isim beserta contoh dan ciri cirinya

Belajar nahwu – Dalam pembangiannya, bahasa arab secara umum dapat dibedakan menjadi 3 bagian utama yang saling berkaitan dalam terbentuknya kalimat (jumlah) dalam bahasa arab yaitu isim (kata benda), fiil (kata kerja), dan harf (huruf). Pembahasan masalah isim ini masuk pada bagian penyusun kalimat sehingga isim menjadi salah satu dasar dalam pembelajaran bahasa arab yang dapat dikuasi dengan menghafal atau membaca.

Pengertian Isim beserta contoh dan ciri cirinya lengkap
pixabay

Pengertian Isim

Berdasarkan Etimologi (bahasa)

أَمَّا الْإِسْمُ فَهُوَ فِي اللُّغَةِ: مَا دَلَّ عَلَى مُسَمًّى
Isim adalah kata yang menunjukkan kepada sesuatu (benda) baik hidup maupun tak hidup seperti manusia (insan), hewan, rumah, meja, batu dll.

Berdasarkan Terminologi (istiah)

وَفِي اصْطِلَاحِ النَّحْوِيِّينَ: كَلِمَةٌ دَلَّتْ عَلَى مَعْنًى فِي نَفْسِهَا وَلَمْ تُقْتَرَنْ بِزَمَان
Isim adalah kata yang menunjukkan satu makna tanpa terkait dengan waktu (zaman).

Ciri Ciri Isim

Ciri Ciri Isim
Ciri Ciri Isim

Isim memiliki ciri ciri dan tanda tanda yang dapat membedakannya dari fiil dan huruf, di bawah ini akan kami sebutkan beberapa tanda tanda yang sering kita temukan:

1. Al-khafadh (الْخَفْض)/kasrah

Menurut etimologi, kata الْخَفْض (rendah) merupakan lawan kata dari الْإِرْتِفَاعِ(tinggi). Menurut terminologi dari ahli nahwu berarti harakat kasrah yang disebabkan oleh pelaku (amil) atau yang mewakili amil tersebut, sehingga menyebabkan kata setelahnya menjadi kasrah.

Misalnya:

مَرَرْتُ بِبَكْرٍ(Saya berjalan bersama Bakr), kata بِبَكْرٍ(Bakr) berharakat kasrah, karena ada amil yang membuatnya berharakat kasrah, yaitu hurufب (disebut juga huruf jar), dimana kata setelah huruf jer ini, akan membuat kata sesudahnya berharakat kasrah.

Pembahsan lengkap mengenai huruf jar akan kita bahas secara lengkap pada artikel ini, salah satu contoh lainnya adalah هَذَا كِتَابُ عَمْرٍ (ini adalah buku milik Amr), kata عَمْرٍ(Amr) berharakat kasrah, karena disebabkan oleh idafah (mudhof dan mudhof ilaihi), dimana pada kalimat diatas, yang bertindak sebbagai mudho adalahكِتَاب (buku) dan mudhof ilaihi adalahعَمْر (Amr), dan hukum mudhof ilaihi adalah kasrah, maka kata عَمْر (Amr) termasuk dalam isim.

Pembahasan mengenai idhoffah akan kita terangkan secara lebih rinci pada artikel ini. Adapun contoh contoh lainnya bisa Anda buat sendiri dengan menyatukan huruf jar dengan isim atu mengidhofakannya, hingga kita mendapatkan tanda khafadh (kasrah). Kemudian ciri ciri yang kedua adalah

2. Berharakat Tanwin التَّنْوِينُ(at-tanwin)

Adapun tanwin secara bahasa (etimologi) adalah التَّصْوِيت (bersuara).

Contoh tanwin secara bahasa:

نَوَّنَ الطَّائِرُ yakni burung itu berkicau(bersuara)
Secara istilah (terminologi) ahli nahwu adalah nun dengan tanda sukun yang mengikut di akhir secara pengucapan (lafazh) bukan secara penulisan. Dan yang menjadikannya berbeda dari garis yang telah ada sebelumnnya adalah dengan membuat pengulangan harakat (garis) pada saat penulisan.

Contoh tanwin secara istilah:

مُحَمَّدٍ (Muhammad) – وَمُسْلِمَاتٍ (Beberapa muslimah) –
وَكِتَابٍ (Buku) – وَفَاطِمَاتٍ (Beberapa orang yang bernama Fatimah) –
وَإِيهٍ (Teruskan) – وَحِينَئِذٍ (Ketika itu) –
وَصهٍ (Diam) – وَسَاعَتَئِذٍ (Saat itu) –

Kata-kata diatas, semuanya dalam bentuk isim karena dapat dibuktikan dengan adanya tanwin di akhir setiap katanya.

3. Masuknya sisipan alif dan lam (أَلْ) pada awal katanya دُخُولُ (أَلْ) فِي أَوَّلِ الْكَلِمَةِ

Selanjutnya, ciri yang ketiga adalah pada awal kata penulisannya dimulai dengan huruf alif dan lam (أَلْ). jadi, setiap Anda menemukan kata kata seperti ini maka kata tersebut masuk dalam ciri yang ketiga.

Contoh yang masuk padanya alif dan lam:

الرجل (Seorang laki-laki) – والكتاب (Sebuah kitab/buku) –
وَالغلام (Seorang Anak) – والبيت (Sebuah rumah) –
والفرس (Seekor kuda) – والمدرسة, (Sebuah sekolah) –

kata-kata diatas dapat digolongkan dalam kategori isim karena semuanya karena diawali denggan huruf alif dan lam.

4. Di awali oleh salah satu diantara huruf huruf jar/khafdh دُخُولُ حَرْفٍ مِنْ حُرُوفِ الْخَفْض

Huruf jar atau disebut juga huruf khafdh adalah istilah yang digunakan dalam ilmu nahwu untuk menggambarkan huruf huruf yang membuat apa yang dimasukinya menjadi kasrah atau pengganti dari kasrah itu sendiri, jadi fungsi utama dari huruf huruf jar ini adalah menjadikan apa yang terdapat setelah huruf jar tersebut menjadi kasrah atau yang mewakilinya.

Contoh yang masuk padanya huruf jar:

ذَهَبْتُ مِنَ الْبَيْتِ إِلَى الْمَدْرَسَةِ(Saya pergi dari rumah ke sekolah)

maka yang bertindak sebagai huruf khafdh disini adalah huruf مِنَ danإِلَى maka isim sesudahnya yaitu الْبَيْت dan الْمَدْرَسَmenjadi majrur (kondisi jika dimasuki oleh huruf jar) karena di dahului dengan huruf khafdh/jar.

Adapun jumlah huruf jar/khafdh ada 9, berikut ini tentang penjelasan huruf jar beserta contohnya dalam bahasa arab

1. مِنْ, kata ini mempunyai beberapa arti salah satu diantaranya adalah sebagai permulaan (mulai/dari).

contohnya:

رجعت من المدرسة (ٍSaya pulang dari sekolah)

2. إِلَى, maknanya adalah penghabisan (akhir/kesudahan/sampai)/al-intiha.

Contohnya:

مشيت الى السوق (Saya berjalan ke pasar).

3. عَنْ, salah satu maknanya adalah melewati (mujawazah)/terlampaui.

Contohnya:

فتحت الكوب عن غطائه (Saya membuka gelas dari tutupnya).

4. عَلَى , diantara maknanya adalah al-istila atau diatas (tinggi), diantara contohnya adalah:

وضعت الكتاب على الكرسي (Saya meletakkan bukku diatas kursi).

5. فِي , salah satu diantara maknanya adalah dzarfiyyah atau keterangan berupa tempat yang dapat berarti (di/di dalam), adapun contohnya:

الرجل في البيت (Seorang laki laki di dalam rumah).

6. رُبَّ, maknannya adalah menunjukkan sedikit atau jarang (taqlil), contohnya:

رب الناس ينفعني (Sedikit manusia yang mengambil manfaat dariku).

7. الْبَاءُ , huruf “ba” yang jika bersambung dibaca “bi”, salah satu dari beberapa maknannya adalah memposisikan suatu isim sebagai objek dari sebuah kaliamat (ta’diyah).

Contohnya:

جريت بصديقي (Saya telah berlari berasama temanku).

8. الْكَاف, Huruf kaf jika bersambung maka dibaca “ka”. Di antara beberapa maknanya adalah sebagai penyerupaan (tasybih), contohnya adalah:

المؤمنون كالبنيان (Orang-orang beriman itu bagaikan satu bangunan).

9. اللَّامُ, huruf lam dalam bahasa arab dibaca “li” jika bersambung dengan isim yang memiliki beberapa makna, diantaranya:

a) Menunjukkan kepunyaan/kepemilikan misalnya:
البضائغ لعمر (Barang-barang itu kepunyaan/milik Amr).

b) Menunjukkan makna pengkhususan misalnya:
الكتب للمكتبة (Kitab-kitab itu untuk perpustakaan.

c) Menunjukkan makna kelayakan (istihqaq) misalnya:
الحمد لله (Segala puji hanyalah layak untuk Allah).

Selain semua huruf jar diatas, juga huruf yang termasuk dalam golongan huruf jar yaitu huruf qasam. Huruf qasam adalah huruf yang dipergunakan untuk bersumpah dalam kaidah bahasa arab, berikut ini akan dijelaskan secara terperinci.

Penjelasan huruf qasam beserta contohnya

1. الْوَاوُ (huruf waw). Huruf ini hanya masuk pada ismun zhahir.
Contohnya:
والله (Demi Allah).

2. الْبَاءُ (huruf ba) yang kemudian dibaca menjadi bi jika berkaitan langsung dengan isim, dalam penggunaannya huruf ini dapat dimasukkan kedalam isim zhahir dan juga isim lainnya serta tidak memiliki kekhususan tertentu berikut 2 diantara contoh contohnya:

a) Jika masuk/disisipkan kepada isim zhahir
والله لاكتبن الدرس (Demi Allah, Saya akan menulis pelajaran itu)

b) Contoh jika di sisipkan ke dalam isim dhamir
بك لاقران الكتاب (Demi engkau, Saya akan membaca buku itu)

3. التَّاءُ (huruf ta) adapun huruf ta maka memiliki pengkhususan, yaitu hanya dapat disisipkan pada lafaz lafaz Allah.
Contohnya:

تالله لاسمعن المهاضرة (Demi Allah, Saya akan mendengarkan ceramah itu).

5. Idhofah (Penyandaran)

Idhofah atau biasa disebut dengan mudhof dan mudhof ilaihi adalah suatu keadaan yang terjadi pada 2 kata yang saling bergandengan untuk membentuk suatu makna baru. Biasanya kata yang kedua berharakat akhir kasrah, maka kata tersebut kemungkinan adalah sebuah isim.

Contoh idhofah :

a) كرة القدم (Sepak bola)
b) باب الفصل (Pintu kelas)

Dari dua contoh diatas dapat kita jelaskan, bahwa kata pertama merupakan mudhof (yang disandarkan) adapun kata kedua adalah sebagai mudhof ilaih (yang menyandarkan) kata pertama, dan hukum dari kata kedua adalah berharakat kasrah, dan sebelumnnya kita telah bahas bahwa harakat kasrah merupakan ciri ciri dari sebuah isim maka kata القدم dan الفصل dalam kalimat diatas posisinya sebagai isim.

Contoh isim

Contoh Contoh Isim
Contoh Contoh Isim

Adapun contoh contoh isim dalam penerapannya dapat kita lihat pada contoh di bawah ini :

مُحَمَّدٌ وَعَلِيٌّ (Muhammad dan Ali) – رَجُلٌ(laki laki) – لَيْمُونَةٌ (Lemon) –
جَمَلٌ(Unta) – نَهْرٌ (Sungai) – تُفَّاحَةٌ (Buah Buahan) – عَصَا (Tongkat) –

كُلُّ وَاحِدٍ مِنْ هَذِهِ الْأَلْفَاظِ يَدُلُّ عَلَى مَعْنًى، وَلَيْسَ الزَّمَانُ دَاخِلًا فِي مَعْنَاهُ، فَيَكُونُ اسْمًا

Maka, setiap kata yang telah disebutkan diatas, semua menunjukkan pada satu makna dan tidakmemiliki kaitan dengan waktu sehingga dapat kita simpulkan bahwan semua kata diatas termasuk dalam kategori isim (kata benda).

Pembagian Isim

Dalam pembagiannya, isim terbagi menjadi beberapa macam berdasarkan jumlah, jenis, jelas atau tidak jelasnya, bisa di definisikan dan yang tdk bisa di definisikan, juga berdasarkan tanda akhirnya dll. Berikut akan dijelaskan secara lengkap mengenai pembagiannya dalam bahasa arab

Pembagian isim berdasarkan jenisnya

Berdasarkannya jenisnya maka dapat kita bagi menjadi dua bagian besar berikut ini:

a.) mudzakkar (laki -laki)

adalah jenis ismun pada umumnnya, yang keluar dari ciri ciri ismun muannats.

Contoh mudzakkar :

– كتاب (Buku)
– قلم (Pupen)

b.) Muannats (Perempuan)

Isim muannats dalam penentuannya diperlukan beberapa ciri yang menjadi tolak ukur sehingga dapat digolongkan dalam muannats. Berikut beberapa ciri cirinya:

1. Di akhiri dengan huruf ta’ marbuthoh (ة).

Contoh:

– الغرفة (Kamar)
– الحقيبة (Tas)

2. Memiliki pasangan (tidak berdiri sendiri)

Setiap benda yang memiliki pasangan, maka termasuk dalam ciri ciri ini, misalnya:
– النعل (Sendal)
– الجنة و النار (Suraga dan Neraka)

3. Benda yang tidak dapat dihitung juga termasuk muannats.

contohnya:

– الماء (Air)
– السحاب (Awan)

4. Digolongkan sebagai muannats oleh orang-orang amar secara sima’i

Contohnya:

– النَّفْس (Pribadi) – دَارٌ (Rumah)
– طَرِيْق (Jalan) – قَمَرٌ (Bulan)
– سُوْقٌ(Pasar) – سَمْش (Matahari)
– السَّمَاءُ (Langit) – اَرْض (Tanah)

5. Setiap bentuk jamak dari seluruh benda

Contohnya:

– الكتب (Buku-buku)
– الكواكب (Bintang-bintang)

Semua ciri-ciri di atas merupakan ciri-ciri muannats, jika terdapat suatu kata benda yang tidak mencakup salah satu diantar ciriciri diatas, maka dapat dipastikan bahwa kata tersebut masuk dalam kategori muannats.

Pembagian isim berdasarkan jumlahnya

Berdasarkan pembagian jumlhanya, terbagi menjadi tiga bagian yaitu mufrad, jamak mudzakkar salim, jamak muannats salim dan jamak taksir berikut penjelasannya:

1. Mufrad (tunggal)

adalah isim yang jumlahnya satu ditandai dengan dengan dhommah, fathah,maupun kasrah.

2. Mutsanna (dua)

adalah isim yang memiliki jumlah dua, ciri cirinya disetiap katanya dia akhiri dengan alif dan nun ان atau ya dan nun ين.

3. Jamak (lebih dari tiga)

adalah isim yang memiliki jumlah lebih dari tiga pembagiannya juga terdiri dari tiga yaitu:

a.) Jamak mudzakkar salim (جَمْعُ الْمُذَكَّرِ السَّلِمِ), adalah mufrad mudzakkar yang memiliki bentuk jamak yang biasanya ditandai dengan huruf waw dan nun pada akhir katanya, disebut salim (utuh) karena kata utamanya masih dalam keadaan utuh dan tidak memiliki perubahan contohnya:

– المسلمون (Muslim lebih dari dua orang)

b.) Jamak muannats salim (جَمْعُ الْمُؤَنَّثِ السَّلِمِ) , adalah mufrad muannats dalam bentuk jamaknya biasanya ditandai dengan huruf alif dan ta mafthuhah, sama halnya dengan mudzakkar salim, mengapa disebut salim (utuh), contohnya:

– المسلمات (Muslimah lebih dari dua orang)

c.) Jamak taksir (جَمْعُ التَّكْسِيْرِ), adalah semua bentuk jamak yang tidak masuk padanya jamakmudzakkar salim dengan jamak muannats salim, disebut taksir (tidak utuh) karena dalam pembentukannya terdapat tambahan huruf atau pengurangan dari huruf aslinya, contohnya:

– كتب (Buku-Buku)

Berdasarkan bisa dan tidaknya di definisikan/khusus dan umum

Berdasarkan hal ini, dapat dibagi menjadi dua yaitu Nakhirah (Bersiafat umum) dan Marifah (Bersifat Khusus). Berikut penjelasannya secara lengkap:

a.) Nakirah (Khusus)

adalah isim yang bisa dekenali dengan adanya tanda tanwin pada huruf akhirnya ( ـًـ ، ــٍ ، ــٌ )
Contoh: – كِتَابٌ(Buku) -هُدٌى (Petunjuk) dan semua kata yang berkhiran dengan tanwin.

b.) Marifah

adalah isim yang bersifat umum dan mudah dikenali tanda umum dari isim ini adalah dengan adanya alif dan lam disetiap katanya adapun selainnya maka dapat dibagi menjadi tujuh macam jenis yaitu isim dhomir, isyarah, maushul, alam,munada, idhofa. Berikut penjelasannya.

1. Isim Dhomir

Adalah isim yang digunakan sebagai kata ganti, isim ini terbagi menjadi dua yaitu dhomir bariz dan dhomir mustatir, kemudian dhomir bariz dibagi lagi menjadi dua yaitu dhomir muttasil (Bersambung) misalnya : لَكُمْ = كُمْ + لَ dan dhomir munfashil (dhomir yang berdiiri sendiri) misalnya: اَنْتَ ، هُو.

2. Isim Isyarah ( اِسْمُ الاِشَارَةِ )

Adalah isim yang digunakan untuk menunjukkan sesuatu baik untuk menunjukkan tempat, benda, juga berdasarkan dekat dan jauhnya, juga menunjukkan jumlah dll.

3. Isim Maushul ( اِسْمُ الْمَوْصُوْلِ )

adalah isim yang digunakan sebagai pengkhususan suatu jenis dengan apa yang akan disebutkan sesudahnya berupa kalimat, selain dari pada itu juga digunakan sebagai penghubung suatu isim yang di dasarkan pada jumlah dan jenisnya dan selain itu terdapat juga maushul yang memilki sifat umum (tidak mudzakkar ataupun muannats), yang berakal maupun tidak berakal.

4. Isim Alam

merupakan isim yang digunakan dalam penamaan, baik itu nama manusia maupun nama kota dll. Jenis ini digolongkan sebagai marifah karena setiap nama menunjukkan suatu benda tertentu.

Berdsarkan pembagiannya dalam nama manusia dapat dubagi menjadi tiga yaitu:

a.) Khos atau nama asli

Contohnya: عَائِشَةُ ، عُمَرُ

b.) Kunyah atau Gelar/julukan

adalah setiap nama yang memiliki awalan : اِبْنٌ ، اُمٌّ ، اَبٌ dan بِنْتٌ.
Misalnya: امُّ الْمؤمنين ، اِبْنُ الْخَطَّابِ ، اَبُوْ حَفْصٍ dan yang semisalnya.

c.) Gelar/Laqab

Yaitu nama khusus yang diberikan kepada orang yang memiliki kelebihan dalam suatu perkara tertentu.
Misalnya: – الصِّدِّيْقُ – الرَّشِيْدُ – الفَارُوْقُ dan yang semisalnya.

5. Isim Munada

Adalah yang datang setelah huruf nida. Setiap yang masuk pada jenis ini pasti marifah karena setiap orang yang memanggil maka dia tahu siapa yang sedang ia panggil.

6. Isim Idhofa (yang di sandarkan) اْلإِضَافَةِ

disebut juga sebagai mudhof dan mudhof ilaihi dan ini sudah di jelaskan pada pembahasan di bagian atas artikel ini.

Berdasarkan tanda dari huruf akhirnya

dapat dibagi menjadi empat bagian yaitu: ghoiru munshorif, mutal, shohih akhir dan asmaul khamsah. Berikut penjelasannya:

a.) Ghoiru Munshorif, disebut juga mamnu’ mina shorof dalam ilmu nahwu, karena ini tidak menerima tanwin diantara ciiri cirinya yaitu:

– Sebagian nama orang yang tidak terbentuk dari kata lain.
– Bukan dalam bentuk idhofah.
– Tidak masuk padanya huruf alif dan lam di awal kata.
– Terdapat alif ta’nis mamdudah.
– Juga dalam bentuk muntaha jamak dengan wazan tertentu.

c.) Mu’tal (illat)

adalah yang huruf akhirnya huruf illat yang terdiri dari ya mati dan alif mati, adapun jika akhirannya berupa ya mati maka disebut juga dengan manqus dan jika akhirannya berupa alif mati maka disebut maqsur.

d.) Shohih akhir, adalah yang huruf akhirnya bukan huruf mu’tal (huruf illah) seperti ya mati, waw dll

e.) Asmaul Khomsah (Nama yang lima)

adalah isim khusus yang berjumlah lima yaitu: اب, اخ, حم, ف dan ذ
Kesamannya akan tampak jika semuanya dalam keadaan marfu yaitu memiliki akhiran waw seperti :

اَبُوْكَ ، اَخُوْكَ ، حَمُوْكَ ، فُوْكَ ، ذُوْ مَالٍ
Memilki akhiran alif jika dalam bentuk nashab (mansub):
اَبَاكَ ، اَخَاكَ ، حَمَاكَ ، فَاكَ ، ذَا مَالٍ
Memiliki akhiran ya jika dalam keadaan majrur :
اَبِيْكَ ، اَخِيْكَ ، حَمِيْكَ ، فِيْكَ ، ذِيْمَالٍ

Baca Juga: Tata Cara Sholat taubat sesuai dengan petunjuk nabi

Kesimpulan dan penutup

Isim merupakan segala jenis kata yang dikategorikan sebagai benda, baik itu benda yang sifatnya hidup maupun mati yang tidak memiliki kaitan dengan waktu.
Ciri ciri sebuah isim adalah terdapat setelah huruf jar, juga terdapat pada idhafah, tanwin dan diawali dengan huruf alif dan lam.

Isim dapat dibagi berdasarkan jumlahnya, jenisnya, bisa atau tidaknya di definisikan dan berdasarkan bentuk atau syakal akhir dari sebuah katanya. Berdasarkan jumlahnya dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu mufrad (tunggal), mutsanna (dua) dan jamak (lebih dari dua). Berdasarkan jenisnya terbagi dua yaitu muzakkar dan muannats.

Berdasarkan bisa atau tidaknya kita definisikan dapat dibagi menjadi dua yaitu marifah dan nakirah. Berdasarkan tanda huruf akhirnya dapat kita bagi menjadi empat yaitu isim mutal akhir, shohih akhir, munshorif dan juga ghoiru munshorif (tidak menerima tanwin.

Akhir kata sekian penjelasan kali ini mengenai isim dan semua hal yang berkaitan dengannya, semoga pembaca mampu mengambil pelajaran dari artikel kali ini, jangan lupa bagikan agar ilmu ini semakin tersebar dan menambah minat kaum muslimin untuk mendalami bahasa arab

Artikel Terkait

[display-posts category=”bahasa arab” posts_per_page=”10″]

Nastainhttps://nastain.com
Perkenalkan Saya Nastain, nge-blog merupakan salah satu di antara hobi Saya untuk berbagi informasi. Salam Kenal
- Advertisment -Hosting Unlimited Indonesia

Most Popular

Bahan Ajar Mata Kuliah KTI (Karya Tulis Ilmiah)

Assalamu alaikum wa rahmatullahi wa baarakaatuh Berikut kami sajikan bahan ajar mata kuliah KTI (karya tulis ilmiah) yang dibuat oleh salah satu dosen kami di...

Penjelasan Mengenai Hukum GoFood

Tentang GoFood, ada perbedaan pendapat dalam memahaminya, ada yang menilai itu Riba, ada yang meniai itu halal, dan ada yang menilai riba dan jika...

Pancasila Dalam Konteks Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia

Pancasila sebagai dasar negara republik indonesia sebelum di sahkan pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh PPKI, nilai-nilainya telah ada pada bangsa indonesia sejak zaman...

Konsep Ruang dan Waktu Dalam Sejarah & Pengertiannya

Proses terjadinya suatu peristiwa dan perubahan sejarah berlangsung dalam Konsep Ruang dan Waktu Dalam Sejarah. Suatu kejadian yang sebelumnya dapat diamati berdasarkan dimensi ruang,...

Recent Comments