2 min read

Pohon Akhlak

Pohon-Akhlaq

Bagan tersebut berjudul شَجَرَةُ الأَخْلَاقِ (Syajaratul Akhlaq / Pohon Akhlak), sebuah bagan taksonomi moral klasik dalam tradisi filsafat akhlak Islam (seperti karya Imam Al-Ghazali dan Ibnu Miskawaih).

Bagan ini menggambarkan bagaimana jiwa manusia (An-Nafs al-Insaniyyah) melahirkan seluruh cabang kebajikan moral melalui keseimbangan tiga kekuatan pokok.

Berikut rincian struktur bagannya:

Tiga Daya Jiwa (Al-Quwa) dan Titik Keseimbangannya

Setiap daya jiwa manusia memiliki sifat terpuji di posisi tengah (wasath), yang diapit oleh dua sifat tercela (ekstrem berlebih / ifrath dan ekstrem kurang / tafrith):

  • Al-Quwwah al-'Aqliyyah (Daya Nalar/Akal):
    • Ekstrem Kurang: Al-Ghabawah (Kebodohan / ketumpulan berpikir).
    • Kebajikan Tengah: Al-Hikmah (Kebijaksanaan).
    • Ekstrem Berlebih: Al-Jarbazah (Tipu muslihat / kelicikan).
  • Al-Quwwah al-Ghadhabiyyah (Daya Marah/Emosional):
    • Ekstrem Kurang: Al-Jubn (Pengecut).
    • Kebajikan Tengah: Asy-Syaja'ah (Keberanian).
    • Ekstrem Berlebih: At-Tahawwur (Nekat / ceroboh).
  • Al-Quwwah asy-Syahwiyyah (Daya Syahwat/Hasrat):
    • Ekstrem Kurang: Al-Khumud (Mati rasa / kelesuan nafsu).
    • Kebajikan Tengah: Al-'Iffah (Kesucian diri / integritas nafsu).
    • Ekstrem Berlebih: Al-Fujur (Kefasikan / keliaran nafsu).

Induk Penyeimbang: Al-'Adalah (Keadilan)

Garis putus-putus dari Al-Hikmah, Asy-Syaja'ah, dan Al-'Iffah bertemu di tengah membentuk Al-'Adalah (Keadilan).

Keadilan bukanlah daya yang berdiri sendiri, melainkan harmoni ketika akal, keberanian, dan syahwat berada tepat di titik tengahnya.

Ranting dan Cabang Akhlak (Turunan Keutamaan)

Dari empat induk utama tersebut, bercabanglah sifat-sifat adab aplikatif:

  • Cabang Al-Hikmah (Akal):
    • Shafa'udz-Dhihn (Kejernihan pikiran)
    • Jaudatul-Fahm (Ketepatan pemahaman)
    • Adz-Dhaka' (Kecerdasan)
    • Husnut-Tashawwur (Baiknya persepsi/konsepsi)
    • Suhulatut-Ta'allum (Kemudahan belajar)
    • Al-Hifzh (Daya ingat/penjagaan)
    • Adz-Dzikr (Kesiagaan ingatan)
  • Cabang Asy-Syaja'ah (Keberanian):
    • Kibrun-Nafs (Keluhuran jiwa)
    • 'Izhamul-Himmah (Cita-cita luhur)
    • Ash-Shabr (Ketabahan)
    • An-Najdah (Kesiapsiagaan menolong)
    • Al-Hilm (Santun / tidak mudah tersulut amarah)
    • As-Sukun (Ketenangan batin)
    • At-Tawadhu' (Rendah hati)
    • Asy-Syahamah (Kesatriaan / kepahlawanan)
    • Al-Ihtimal (Daya tahan menghadapi beban)
    • Al-Hamiyyah (Ghirah / pembelaan kehormatan)
    • Ar-Riqqah (Kelembutan rasa)
  • Cabang Al-'Iffah (Kesucian Diri):
    • Al-Haya' (Rasa malu berbuat buruk)
    • Ash-Shabr (Sabar menahan dorongan nafsu)
    • Ad-Da'ah (Ketenangan laku hidup)
    • An-Nazahah (Integritas / bersih diri dari hal tercela)
    • Al-Qana'ah (Merasa cukup)
    • Al-Waqar (Wibawa)
    • Ar-Rifq (Keramahan dan kelemahlembutan)
    • Husnus-Samti (Perilaku dan penampilan yang pantas)
    • Al-Wara' (Kehati-hatian dari perkara syubhat)
    • Al-Intizham (Keteraturan diri)
    • As-Sakha' (Kedermawanan), yang kemudian melahirkan cabang: Al-Karam (kemuliaan memberi), Al-Itsar (mendahulukan orang lain), An-Nubl (kedermawanan berkelas), Al-Muwasah (solidaritas sosial), As-Samahah (lapang dada), dan Al-Musamahah (toleran/pemaaf).

Cabang Al-'Adalah (Keadilan Relasional & Spiritual):

    • Ash-Shadaqah (Kebenaran / persahabatan tulus)
    • Al-Ulfa (Kerekatan hati)
    • Al-Wafa' (Kesetiaan pada janji)
    • At-Tawaddud (Menebar kasih sayang)
    • Al-Mukafa'ah (Membalas kebaikan dengan setimpal)
    • Husnusy-Syirkah (Baik dalam kemitraan dan kerja sama)
    • Husnul-Qadha' (Tuntutan dan pemenuhan hak yang adil)
    • Shilatur-Rahim (Menyambung kekerabatan)
    • Asy-Syafaqah (Belas kasih)
    • Al-Ishlah (Mendamaikan sengketa)
    • At-Tawakkul (Ketergantungan penuh kepada Allah)
    • At-Taslim (Kepasrahan total)
    • Ar-Ridha (Kerelaan hati menerima takdir)
    • Al-'Ibadah (Pengabdian dan ketundukan ibadah)
Inti dari bagan ini adalah menunjukkan bahwa seluruh adab muamalah dan spiritual bermula dari kemampuan jiwa mendudukkan akal, amarah, dan syahwat pada proporsi keadilan yang seimbang.

Dijelaskan dengan bantuan Gemini.