Teori Ikhlas ala Gus Baha
Saya ini pengagum teori ikhlas, dilatih bil ilmi (dilatih dengan ilmu).
Di dalam kajian lain, Gus Baha bahkan merasa aneh dengan orang-orang yg tdk ikhlas.
Sekali lagi, dilatih bil ilmi.
Artinya, seseorang akan mudah ikhlas jika memahami bahwa segala sesuatu adalah milik Allah dan manusia tidak memiliki daya dan upaya sedikit pun, karena Gus Baha paham betul hakikat ini, maka wajar jika beliau heran dengan orang-orang yg tdk ikhlas, dengan kata lain, bagaimana mungkin manusia yg tidak memiliki apapun (semuanya diberikan oleh Allah) kemudian tidak ikhlas.
Saya ini malu. Malunya tadi, saya mengatakan 1 + 1 = 2 itu, meskipun gak ada yang memberi hadiah, tetap saya katakan dua. Saya mengatakan air itu dingin, gak ada yang ngasih hadiah, saya akan bilang kalau air itu dingin. Kalau api itu panas. Untuk hakikat-hakikat seperti itu saja saya jujur tanpa ingin imbalan.
Gus Baha melanjutkan, bahwa untuk hakikat (kenyataan) yang bahkan levelnya di bawah hakikat akan adanya Tuhan saja seseorang tidak perlu imbalan untuk mengakui hakikat tersebut, apatah lagi Tuhan yang hakikatnya jauh lebih nyata daripada itu semua, bukankah lebih-lebih tak butuh imbalan lagi?.
Tuhan jauh lebih nyata dibandingkan dengan 1 + 1 = 2 atau air itu dingin dan api itu panas. Kata seorang ahli hikmah "Bagaimana mungkin hakikat selain Allah itu lebih jelas daripada Allah, padahal Allahlah yang menciptkan itu semua", tentu pencipta itu jauh lebih nyata daripada ciptaannya. Ahli hikmah lain mengatakan "Bukan alam (ciptaan) yang menjadi bukti keberadaan Tuhan, tapi Tuhanlah yang menjadi bukti keberadaan alam (ciptaan)".
Tapi ketika hakikat mengenai Allah, kok saya minta imbalan surga dan neraka, ini apa-apaan kira-kira gitulah.
Jadi, kalaulah hakikat (kenyataan) yg levelnya di bawah hakikat Tuhan saja manusia tidak memerlukan imbalan, apatah lagi mengakui hakikat Tuhan yang jauh lebih jelas dan mudah dibandingkan hakikat yg lain.
Rais Syuriyah macam apa gitu..
Beliau kemudian bercanda dengan mengatakan kalimat di atas, beliau adalah Rais Syuriyah (Ketua Syuriyah NU).