Pelajaran Penting Tentang Makna Grow

Nastain
By Nastain 4 Min Read

Sekitar akhir tahun 96, perusahaan yang bernama cliff bar ingin dibeli oleh nestle. Singkat cerita semua orang sudah berkumpul, tinggal Erikson (salah satu pemilik perusahaan) dia merenung, keluar dari kantor dan menangis “saya ini sepertinya sudah sangat mencintai perusahaan ini, masa saya keluar gara gara saya ga bisa survive saat ini”.

Perusahaan ini ingin dibeli oleh nestle 2Triliun. Kenapa dia tiba tiba nangis dan menaruh pulpennya? karena nestle ingin memindahkan pusat cliff bar ini, kalau tdk salah di negara bagian california.

Kemudian dia balik lagi dan mengatakan “saya tdk jadi deh”, kalau seandainya dia terima, dia tinggal exit dari bisnisnya, bagi dua harganya dengan partnernya dan menikmati hidupnya. Partnernya mengatakan “ngapain… kamu bakal dibunuh oleh nestle kapan aja” karena dibandingkan nestle, cliff bar gak ada apa apanya, nestle bakal bunuh cliff bar kapan aja kalau dia mau, Partnernya yang perempuan mengatakan “yaudah, saya exit deh kamu harus beli sahamku, erikson mengatakan “saya tdk bisa membayarmu… saya tdk punya uang sebanyak itu.

Akhirnya jungkir baliklah erikson buat nyari modal. Si partnernya ingin dibayar hampir 1T, akhirnya dia ke bank, bank jg ga mau, karena saham equitynya teralalu besar. akhirnya dia nyari investor dan ketemu, dia dapat 50jt$ dan jaminan 30% dari saham perusahaan dgn bunga 17jt$ dan selisihnya diambil dari bank. (cat: bunga/riba hukumnya haram).

Bayangkan anda dalam situasi seperti itu, konon kata erikson di rekeningnya sisa 30$ (sekitar 300rb an dalam rupaiah), dia tetap kekeh mempertahankan cliff bar itu.

Akhirnya Erikson memanggil semua karyawannya, dia bounding sekali dengan karyawan dia, “sekarang perusahaan ini sepenuhnya milik saya, bantulah saya untuk mengembangkan perusahaan ini”.

Artikel Terkait:  Menjadi Orang Cerdas yang Malas

Akhirnya kurang dari 5 tahun, omsetnya jadi 1,3T dalam setahun dan terus menanjak hingga saat ini dan tdk terdisrupsi dengan perusahaan nestle. Jika Anda lihat cliff bar ini sudah menjadi perusahaan yang sangat besar.

Apa pelajaran yang bisa kita ambil dari sini?

Ini termasuk perusahaan yang small giant, perusahaan seperti ini sangat memiliki passionate dgn marketnya.

Ngapain sih pebisnis itu harus tumbuh gila gilaan? apakah itu sebuah target? kita tumbuh slow grow lah, buat apa kita mengejar ngejar pertembuhan. Enjoy aja lah dengan pertumbuhan secara organik yang di inginkan dari bisnis itu untuk bertumbuh.

Customer sangat berharap kita punya peranan penuh dalam produk kita, sehingga produk kita punya nilai (value) yang tinggi.

Kalau anda tdk punya mojo (value dalam produk) yang sangat diluar capital, seperti ingin menyehatkan masyarakat dunia. Kalau Anda tdk membangun mojo dan anda terpaksa mengejar grow (anda terpaksa harus mengejar pertumbuhan) itu absurd.

Cash dan grow itu by produk, hasil anda fokus dari sana.

Grow yang terbaik adalah grow yang kepepet, udah waktunya kita grow kita harus grow, kita dipaksa grow gitu… Kita ga setting dari awal kalau kita harus grow, jadi ga sembarangan kita memperlakukan karyawan, produk dan customer.

Tulisan diatas adalah rangkuman kecil dari podcast guru saya, Mas Army Alghifari di Pelajaran Penting Tentang Makna Grow dari Cliff Bar

Share This Article
Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *