Eros

Bismillah.

Eros (cinta), philia (persahabatan, cinta yg sifatnya lebih umum).

Eros, seringkali diartikan sebagai erotic (gairah, hasrat, birahi).

Yaudah, kita pake philia saja, agar lebih umum.

Ga deh, philia ribet, pake kata "cinta' saja agar mudah dimengerti, karena "cinta" lebih umum saja.

Oke, cinta itu apa sih?, ini kita bagi jadi 3 agar mudah dipahami.

(1) Epithumia (perut ke bawah), cinta yg sumbernya dari perut ke bawah (hasrat, makan, minum, seks, uang).

(2) Thumos (area dada), cinta yg sumbernya dari dada (semangat, harga diri, bangga diri).

(3) Rasio (akal/nalar/budi pekerti), cinta yg sumbernya dari bagian kepala ya, (indah, baik, dan benar), yg di dalam kurung itu satu kesatuan, jadi indah, benar, dan baik, sebagai satu-kesatuan.

3 di atas kata Platon.

Bolehlah saya cocoklogi dikit, filsuf yunani itu mendewakan/menuhankan akal mereka, sebagai Muslim, saya punya pendapat, bahwa cinta yg ke (4) sumbernya Hati.

(4) Hati (Qalb), cinta yang sumbernya dari pemilik cinta, (Tuhan yg Esa). Nah, ini perlu catatan nih, hati yg saya maksud adalah yg tidak tunduk pada hawa nafsu (tidak melampaui batas), dan bersih dari penyakit hati (iri (membanding-bandingkan diri dengan orang lain), dengki, hasad, sombong, ujub, dll..)

Hawa nafsu itu apa sih, ini pendapat saya ya, hawa nafsu itu ke "aku" an, artinya apa?, masih ada "aku", padahal "aku" itu tidak pernah ada.

Loh? "aku" kan "aku".

Oke, pertanyaannya: apakah kita punya kontribusi dalam penciptaan, dan pemeliharaan diri kita sendiri?, kalau sulit dipahami, pernahkan kita menciptakan darah, daging, tulang kita sendiri?, pernahkan kita mendetakkan jantung kita sendiri?, pernahkah kita menyediakan oksigen dan cahaya sendiri?, dan masih banyakkk lagi nikmat yg bisa dipertanyakan.

Oke deh, harga oksigen berapa sih, katakanlah di dunia ini cuma ada 1 nafas oksigen saja, berapa harganya?, saya yakin, manusia yg punya dunia dan seisinya akan ditukar dengan 1 nafas oksigen itu, itu baru oksigen loh.. udah ga terhitung besarnya, belum lagi pendengaran, penglihatan, kesehatan, kasih sayang, waduh.. macam-macam, anda lanjutkan saja.

Kalau jawabannya tidak pernah, terus siapa "aku" itu?, maka jawabannya, kita adalah limpahan kemurahan dari yg "ADA". Siapa yg "ADA"?, Tuhan kita, yaitu Allah. Apa kata Allah?, Qul Huwa Allahu Ahad (Katakanlah (Muhammad S.A.W.), Allahu ahad.

Apa arti ahad?, esa, tak terbagi, berdiri dengan dirinya sendiri, tidak butuh makhluk, tempat bersandarnya seluruh makhluk.

Nah, kalau Allah tidak pernah butuh kepada makhluk, maka buat apa DIA menciptakan makhluk?

Apa kata-Nya?, "AKU tidak menciptakan jin dan manusia, kecuali untuk beribadah".

Apa itu ibadah?, inti daripada ibadah bukan soal gerakannya, bukan soal banyaknya, tapi.. soal seberapa kita mengenal-Nya.

Jadi ibadah itu apa?, agar kita mengenal Allah, agar kita semakin dekat dengan-Nya, agar kita semakin bergantung pada-Nya, itulah pokok dan inti daripada ibadah itu.

Padahal awalnya pengen bahas cinta-cintaan, yaudalah langsung kesimpulan saja, jadi cinta itu pasti selalu ada pihak ketiga, entah itu epithumia, thumos, rasio, tapi cinta yg kekal adalah manusia yg saling mencinta karena-Nya, karena Wa yabqā wajhu rabbika żul-jalāli wal-ikrām, DIAlah satu-satunya yg kekal.

Sekian.