CSUP - CISW - Bag.1

Bagian satu ini membahas, produksi, marketing, riset, dan financial.

(1) Produksi

Inti: biaya produksi yang rendah, atau setidaknya sama rendahnya dengan pesaing.

Produsen yang baik, adalah yg berbiaya rendah, karena dengannya perusahaan memiliki ruang yg lebar antara harga jual dengan biaya produksi (cogs), sehingga potensi labar kotor membesar.

Juga, dengan rendahnya biaya produksi, perusahaan tidak akan kewalahan melewati tahun buruk, di mana para pesaing banting harga karena berkurangnya demand (konsumen) atau bertambahnya supply (pesaing), mereka bisa melewati tahun buruk dengan keuntungan yg tipis atau minimal impas.

Di tahun buruk tsb, akan banyak pesaing berbiaya tinggi berguguran karena bangkrut, atau terpaksa menjual perusahaan mereka karena rugi. Perusahaan yang sehat bisa mengakuisisi perusahaan-perusahaan tsb.

Setelah tahun buruk berlalu, mereka bisa kembali menaikkan harga, dan melayani konsumen yang tidak terlayani lagi oleh pesaing lama.

Produsen berbiaya rendah akan sangat diuntungkan di sini, sehingga keuntungan bisa digunakan untuk membiayai pertumbuhan (seperti: membuka lini produksi baru jika demand belum terpenuhi), atau membagi keuntungan berupa dividen.

Perusahaan berbiaya tinggi yg tetap ngotot bertahan akan menghadapi masalah kekurangan modal, sehingga para pemiliki harus (1) menyuntikkan modal baru, atau (2) berutang, yg keduanya meningkatkan risiko pemilik perusahaan.

Bagaimana dengan perusahaan jasa?, kata produksi bisa diganti dengan operasional (biaya operasional yang rendah).

Ada catatan penting, bahwa semakin banyak variabel produksi, kemungkinan mempertahankan biaya rendah menjadi sulit, misalnya: produksi yg butuh hanya 5 bahan vs yg butuh 25 bahan, tentu yg lebih sedikit akan lebih stabil dan mudah dikontrol. Jenis mesin produksi juga berpengaruh.

(2) Marketing

Inti: mengenali pelanggan, keinginan pelanggan dan perubahan keinginannya bahkan sebelum mereka sadar bahwa mereka juga ingin yg itu.

Marekting ini, orang-orang terdepan yang melihat perubahan keinginan pelanggan, termasuk arah trend.

Bagian ini cukup inti ya, bisa masalah kalau insentifnya salah, (misal: bonus berdasarkan ROAS/ROI), insentif seperti itu bisa jadi masalah karena ada yg lebih penting dari itu, yaitu mengidentifikasi perubahan keinginan pelanggan.

Tantangan utama dalam marketing.

(1) pelanggan yang sudah nyaman dengan produk/jasa yg mereka pakai sekarang, cenderung puas dan tidak mau susah payah mencari produk/jasa lain. Sehingga

(2) tugas marketing adalah membuat pelanggan potensial (harus benar-benar kenal pelanggan), menyadari kebutuhannya terhadap suatu produk/jasa (bahkan seringkali pelanggan tidak tahu mengapa produk/jasa tsb bagus untuknya).

(3) dalam proses menjelaskan mengapa produk/jasa tsb bagus untuknya, diperlukan bahasa yang dimengertinya (ini sebab mengapa inti dari marketing itu berpusat pada pengenalan pelanggan), bukan menggunakan bahasa pemasaran yg kaku.

Akibat dari menghiraukan tantangan di atas, seperti: (1) volume penjualan kecil, yg seharusnya bisa lebih besar, (2) biaya marketing yg tdk efisien, (3) potensi laba maksimum tdk tercapai.