2 min read

Price is what you pay, value is what you get

Price is what you pay, value is what you get

Ada kutipan legendaris dari Warren Buffett yang bilang, “Price is what you pay, value is what you get.” Simpel, tapi kalau direnungin, maknanya dalam banget, apalagi buat kita yang lagi coba memahami dunia bisnis atau investasi.

Jadi begini, semua yang kita ambil dalam hidup—entah itu barang, usaha, atau waktu yang kita curahin—pasti ada “harga” yang harus dibayar. Tapi yang bikin beda adalah “nilai” yang kita dapat. Misalnya, kamu beli kopi seharga 10 ribu di warung biasa, rasanya ya gitu-gitu aja. Bandingin sama kopi di kafe seharga 30 ribu yang ternyata enak banget dan bikin hari kamu lebih semangat. Harga memang lebih tinggi, tapi nilai yang kamu rasakan jauh lebih besar, kan?

Di dunia bisnis, ini juga berlaku. Bayangin kamu mulai usaha kecil, misalnya jualan camilan. Ada harga yang kamu bayar di awal: modal buat bahan, kemasan, sama promosi. Tapi kalau produknya enak, pelanggan balik lagi, dan usaha kamu tumbuh, itu nilai yang kamu petik. Jadi, bukan cuma soal murah, tapi apa yang bisa balik ke kamu dalam jangka panjang.

Nah, kalau bicara investasi, ini sering bikin orang mikir dua kali. Banyak yang bilang, “Duitku terbatas, mending nabung aja.” Padahal, nabung di bank itu lama-lama kurang oke—bunganya kecil, kalah sama inflasi. Investasi, misalnya beli perusahaan berkualitas, memang butuh duit di awal, tapi kuncinya adalah jangan bayar terlalu mahal. Cari yang harganya lagi murah, tapi nilai bisnisnya solid—manajemen bagus, prospek cerah, dan fundamentalnya kuat. Kalau kamu beli di harga wajar atau malah di bawah nilai aslinya, hasilnya bisa jauh lebih besar ketimbang harga yang kamu keluarin.

Ini bukan cuma soal uang, lho. Waktu dan tenaga kamu juga termasuk “price”. Kamu habisin waktu buat belajar, bangun koneksi, atau rencanain strategi, itu semua ada harganya. Nilainya? Pengalaman, relasi, dan kemampuan yang nggak bisa diukur pake duit. Jadi, sebelum ngeluarin apa pun—uang, waktu, atau energi—tanya dulu: “Apa yang bakal aku dapat dari sini?”

Intinya, jangan takut bayar “harga” kalau nilai yang kamu dapat sepadan atau lebih. Tapi jangan juga asal boroboro keluar duit buat sesuatu yang kemahalan—apalagi kalau nilai aslinya nggak setimpal. Bisnis dan investasi itu butuh kesabaran, perhitungan, dan ketajaman buat lihat peluang. Mulai sekarang, coba cek lagi keputusan kamu: sudah pas belum antara harga yang kamu bayar dan nilai yang kamu kejar?