Fulus & Happiness
Katanya, uang tidak bisa membeli kebahagiaan. Menurut keyakinan saya, kalimat tersebut tidak sepenuhnya tepat, jika kebahagiaan yang dimaksud adalah bahagia yang sifatnya sementara dan cepat berlalu, maka jawabannya, iya! contohnya apa? saat anda baru saja memiliki benda yang anda inginkan.
Mengapa saya katakan demikian?, logikanya mudah, jika kebahagiaan itu tolak ukurnya adalah harta benda, apakah Tuhan sedang berbuat zalim kepada mereka yang "miskin"?. Tentu jawabannya, mustahil Tuhan berbuat zalim.
Pada titik tertentu, uang menyelesaikan banyak "masalah" dalam kehidupan, diantaranya tempat tinggal yang layak, makanan, dan fasilitas kesehatan.
Bagi saya, kaya bukan soal jumlah uang yang anda miliki, namun, apakah uang tersebut sudah mencukupi kebutuhan hidup anda dan keluarga, bukan keinginan yang tiada batasnya itu.
Kebahagiaan sesungguhnya, menurut keyakinan saya letaknya di hati, sayangnya, untuk merasakan bahagia yang letaknya pada hati, satu-satunya jalan adalah tidak mengotori hati dengan penyakit hati, seperti ego, sombong, iri, dengki.
Bagaimana cara menyucikan/membersihkan hati?, belajar tauhid (Asy'ari) yang benar, serta melatih akal berpikir logis. Kalau dalam filsafat, ada namanya stoikisme.
Apa sebenarnya inti dari cara di atas?, intinya sederhana, tahu diri!, ya, kita harus tahu diri, kalau kita terlahir di dunia ini tanpa modal sepeserpun, semuanya sudah disediakan oleh Allah, pernahkah anda membayar untuk hidup anda itu?. Katakanlah, jantung, penglihatan, pendengaran, dan seluruh anggota tubuh anda, apakah anda berpikir tidak ada yang menjaganya untuk anda?.
Belum lagi, fasilititas untuk kita hidup, pernahkah kita membayar cahaya untuk melihat?, oksigen untuk bernapas?, air untuk minum?. Makanya, Allah itu sangat mudah memperkenalkan dirinya, lihat makanannmu, siapa yang menumbuhkannya, lihat air yang anda minum, siapa yang menurunkannya dari langit?.
Tujuannya apa?, ya, untuk merasa tidak pernah memiliki, namun hanya merasa dititipi, sehingga baik bertambah atau berkurangnya nikmat itu, tidak menganggu rasa bahagia anda sama sekali!.
Dalam stoikisme, saya suka dengan teori fokus pada hal-hal yang bisa anda kontrol. Dengan teori ini, saya tidak akan pernah peduli dengan pendapat orang lain terhadap diri saya selama itu tidak merugikan dan menganggu orang lain.
Dengan memiliki pondasi yang benar seperti di atas, selanjutnya anda hanya perlu fokus dengan diri anda sendiri, apa yang ingin anda capai dalam hidup, tapi ingat, tujuan yang ingin anda capai itu fokusnya untuk diri sendiri, jangan menggantungnya pada orang lain.
Misalnya apa, anda ingin beli mobil agar anda terlihat keren di tongkrongan, menurut saya, hal ini luar biasa aneh dan tidak logis, mengapa?, anda tidak pernah mampu dan bisa mengontrol pendapat orang lain, katakanlah anda mendapatkan pujian itu, apakah itu murni pujian atau ada rasa iri yang mendampinginya? bahkan, bisa saja saat anda tidak di sana, anda dikatakan tukang pamer dll.
Menurut keyakinan saya, tujuan hidup yang keren itu adalah terus belajar, belajar apapun, terutama hal-hal yang anda sukai, dan kebayakan hal-hal yang anda pelajari juga biasanya ada yang membutuhkan jasanya, sehingga anda bisa menjual skill anda itu.
Ingat ya.., saya tidak pernah mengatakan uang itu tidak penting, namun saya melihat bahwa uang itu sebenarnya seperti asap knalpot, selama mesinnya bekerja dengan baik, akan ke luar asap. Mesin itu ibarat skill yang anda miliki setelah fokus dan disiplin belajar. Uang itu sesederhana pertukaran barang/jasa yang anda miliki. Coba tonton podcast ini: https://www.youtube.com/watch?v=zSuUI7J1OaU
Tujuan berikutnya apa, menjadi manfaat buat sesama, bukan dalam artian menjadi pelayan, namun membantu jika anda punya kelebihan, kata kuncinya apa?, kelebihan, kapan kelebihan itu muncul?, saat anda sudah cukup. Dan bermanfaat kepada sesama itu bukan sebuah keharusan, namun sebatas pilihan saja, jadi bantu saat anda sudah cukup, mampu, hati anda senang, dan jangan paksakan diri anda.
Terakhir, jangan sampai bahagia anda hanya berhenti di dunia yang singkat ini, ada akhirat yang kekal menunggu di sana, tunaikan semua kewajiban anda kepada Allah, jaga salat 5 waktu, puasa ramadan, zakat jika anda punya kelebihan harta yang sudah mencapai nisab dan haul, serta haji ketika anda mampu (mampu harta dan jasmani). Tujuannya apa?, kita ingin meninggalkan dunia ini dalam keadaan ridha dan diridhai.
Sekian.