Envy & Jealousy
Perumpamaan seseorang yang tidak senang melihat nikmat yang Allah berikan kepada makhluknya, seperti datang ke sebuah pameran lukisan, bukannya menikmati keindahan lukisan itu, dia memilih untuk mencoretnya.
Sesuatu yang sebelumnya bisa dia nikmati keindahannya, tanpa harus membayar & tanpa harus memiliki, menjadi tidak lagi, bahkan menyisakan noda di hatinya.
Jika kita menyadari bahwa setiap "lukisan" (nikmat) itu dipasang oleh pemilik galeri (Allah), maka mencoret lukisan tersebut sebenarnya adalah bentuk protes langsung kepada Sang Pemilik Galeri. Kita seolah-olah mengatakan bahwa pilihan-Nya dalam memajang karya itu salah.
Mungkin solusi terbaik agar kita tetap bisa menikmati "pameran kehidupan" ini adalah dengan menyadari bahwa masih banyak dinding kosong yang sedang dipersiapkan untuk lukisan kita sendiri, asalkan kita sibuk berkarya, bukan sibuk membawa spidol untuk merusak karya orang lain.